Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tiga Tersangka Kasus Korupsi RPH Segera Dilimpahkan

07 Mei 2018, 17: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PD RPH Surabaya

PD RPH Surabaya (Dokumen Radar Surabaya)

Share this      

Surabaya- Meksi ditahan dalam kurun waktu yang berbeda. Namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak memastikan jika proses pelimpahan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya akan dilakukan bersama.  

Ketiga tersangka dalam kasus tersebut  ialah Sunaryo selalu Ketua Pengadaan Barang dan Lutfia Rachmad selaku Pimpinan Proyek IPAL di PD RPH Surabaya. Keduaanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Pertengahan April lalu. Sedangkan satu tersangka lain ialah Agus Suhermanto. Pria warga Rungkut Mapan Tengah 7/ CG-12 Surabaya ini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada akhir April lalu.  

Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Tanjung Perak Surabaya Lingga Nuarie, saat dikonfirmasi mengatakan saat ini ketiga tersangka masih ditahan di Rutan kelas I Kejati Jatim. Mereka masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Meski proses penetapan dan penahanan mereka berbeda namun rencananya mereka akan dilimpahkan bersama-sama ke pengadilan Tipikor. 

 “Seharusnya prosesnya (Pelimpahan tahap II) bisa bersama-sama. Sebab kasusnya sama dan juga jarak proses penetapan tersangka dan juga penahahan mereka tak terpaut lama,” ungkap Lingga, Minggu (6/5).  

 Kemudian untuk waktu pelimpahan ketiga tersangka dugaan korupsi RPH itu, Lingga mengatakan tak bisa memastikan kapan. Namun hal itu akan pihaknya lakukan secepatnya. Pihaknya masih menyusun menyusun berkas ketiganya agar siap dilimpahkan dan diadili dengan jeratan pasal dan juga barang bukti yang sudah dikumpulkan oleh penyidik. 

 “Namun kemarin saya dapat informasi jika semuanya sudah siap. Hanya saja kapan pastinya saya belum dapat kabar lagi. Karena hari ini minggu, saya belum bisa update perkembangan terbarunya,” imbuh Lingga. 

 Dia juga menegaskan jika ketiga tersangka itu ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan bukti-bukti yang sudah dikumpulkan oleh penyidik. Bahkan dibutuhkan saksi ahli untuk menjerat mereka. Ketiganya diduga bermain atau melakukan korupsi atas pembangunan IPAL yang merugikan negara senilai Rp 200 juta. 

 “Kami sudah siapkan semuanya, tak hanya tahap II tetapi juga nanti di persidangan,” tegas Lingga. 

 Seperti yang diketahui sebelumnya, pengusutan kasus dugaan korupsi pembanggunan IPAL di PD RPH Surabaya ini merupakan produk atau temuan dari Penyidik Pidsus Kejari Tanjung Perak. Selanjutnya penyidik Pidsus menaikkan level pengusutan kasus ini menjadi penyidikan berdasarkan Sprint Prin 02/0.5.4.2/Fd.1/02/2018 tertanggal 14 Februari 2018.

 Sebelumnya, penyidik telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka lain dalam kasus ini. Mereka adalah Sunaryo selalu Ketua Pengadaan Barang dan Lutfia Rachmad selaku Pimpinan Proyek IPAL di PD RPH Surabaya. Belakangan dalam kasus yang sama, penyidik juga menetapkan satu orang lagi sebagai tersangka, yakni Suhermanto. 

 Dalam kasus ini, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia