Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Sidoarjo
Roadshow SPS di Desa Kraton, Krian

Semangat Peduli Sungai Tidak Boleh Kendor

Minggu, 06 May 2018 19:49 | editor : Lambertus Hurek

Wabup Nur Ahmad Syaifuddin bersama Kadis PUPR Sigit Setyawan, Camat Krian Agustin Iriani, Direktur BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja dan perwakilan Perumahan Kraton Residence Tavip Ganggawati naik ke atas ekskaponton yang membersihkan Afvoer Bunt

Wabup Nur Ahmad Syaifuddin bersama Kadis PUPR Sigit Setyawan, Camat Krian Agustin Iriani, Direktur BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja dan perwakilan Perumahan Kraton Residence Tavip Ganggawati naik ke atas ekskaponton yang membersihkan Afvoer Bunt (satria nugraha/radar sidoarjo)

Roadshow kelima Sidoarjo Peduli Sungai (SPS) digelar di Perumahan Kraton Residence, Desa Kraton, Kecamatan Krian, Minggu (6/5/2018). Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin yang menutup Roadshow SPS terakhir jelang bulan puasa ini. Cak Nur, sapaan akrab wabup, berharap semangat untuk menjaga lingkungan, khususnya sungai, tidak boleh kendor.

Cak Nur menegaskan, SPS bukanlah sekadar kegiatan seremonial atau formalitas sesaat. Sebab, menjaga kebersihan sungai harus menjadi gaya hidup masyarakat. Bahkan, bisa menjadi indikator peradaban. "Tidak hanya pemerintah, semua masyarakat harus sama-sama menjaga kebersihan lingkungannya. Tidak mungkin pemerintah yang mengatasi sendiri," tegasnya.

Selain Cak Nur, Roadshow SPS ini dihadiri Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan, Direktur PDAM Delta Tirta Abdul Basit Lao, Direktur BPRD Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja, Tavip Ganggawati dari Perum Kraton Residence, Camat Krian Agustin Iriani, Kapolsek Krian Kompol Saibani, Danramil Krian Kapten Inf Tony Juanedi. Ada juga Kades Krian Muh Mashudi, Andre Azkah, marketing BNI 46, dan Direktur PT Radar Media Surabaya Lilik Widyantoro.

Senada dengan Cak Nur, Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan mengatakan, normalisasi, pembersihan sungai dengan alat berat merupakan tugas pemerintah. Namun, masyarakat punya peran penting untuk menjaga kebersihan sungai. "Kalau masyarakat tidak peduli dengan lingkungan, meskipun sudah dibersihkan, pasti kotor lagi," tegasnya.

Sigit juga meminta pemerintah desa di Sidoarjo membuat peraturan desa (perdes) tentang penanganan sampah di sungai. Sanksinya tidak berupa uang, tapi sanksi sosial seperti membersihkan masjid, musala, dan sebagainya. Desa-desa juga perlu membuat jaring sampah di perbatasan. Ini dilakukan untuk mengetahui asal sampah di sungai.
Para pejabat bersama warga dan kader lingkungan kemudian melakukan kerja bakti membersihkan sampah di Afvoer Buntung, depan Perum Kraton Residence. Pihak perumahan sebelumnya sudah melakukan bersih-bersih sehingga praktis tidak banyak sampah yang tersisa. (sar/rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia