Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

BRI Perluas Masyarakat Non-Tunai

05 Mei 2018, 10: 47: 37 WIB | editor : Wijayanto

ilustrasi

ilustrasi (dok/radar surabaya)

Share this      

SURABAYA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memperluas cakupan masyarakat non-tunai (cashless society) melalui berbagai macam kerjasama dengan berbagai pihak terkait. Kali ini, Bank BRI menjalin kerjasama dengan salah satu sekolah menengah pertama di Sidoarjo untuk mendukung program E-Kantin.
Agen Brilink BRI Surabaya Kusuma Bangsa sekaligus Penggagas E-Kantin, Arita Ratno Sari mengatakan, E-Kantin ialah sistem pembayaran non-tunai dengan menggunakan E-money dari Bank BRI yaitu Brizzi yang digunakan untuk transaksi pembelian makanan dan minuman di kantin sekolah. Arita menyebut, program E-Kantin ditangani oleh management dengan sistem kasir bersama. Selain itu, program tersebut merupakan salah satu upaya menjaring pengguna baru dari lingkungan sekolah, sekaligus bagian dari program masyarakat non-tunai yang dicanangkan pemerintah.
 “Pemerintah sudah memulai cashless payment dengan botol. Selain itu, program ini juga untuk menghidupkan segi usaha sekolah dengan sistem bagi hasil. Jadi unit usaha yang ada di sekolah jadi jauh lebih besar pendapatannya daripada sistem sewa seperti sebelumnya,” terangnya di Sidoarjo, Jumat (4/5).
Arita menjelaskan, E-Kantin dimulai sejak September 2017, dengan rata-rata estimasi yang bertransaksi sebesar 70 persen dari jumlah siswa dikali satu siswa dua kali transasksi. Jadi total transaksi ada 1.200-1.500 transaksi per-hari.
Arita mengaku, untuk mengenalkan cashless society harus dilakukan secara bertahap, karena diperlukan waktu selama tiga bulan pertama untuk mengedukasi sekolah, murid-murid, dan pedagang.
“Jadi E-Kantin dibentuk oleh Agen BRILink karena melihat perputaran dana per-bulan di setiap lokasi mencapai Rp 150 juta, jadi program ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan perputaran dana tersebut,” jelasnya. (cin/hen)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia