Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Sidoarjo
Roadshow SPS 2018 di Desa Balonggarut, Krembung

Sungai yang Bersih Butuh Peran Masyarakat

30 April 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Lambertus Hurek

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama para pejabat turun langsung membersihkan sampah di sungai Desa Balonggarut, Krembung.

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bersama para pejabat turun langsung membersihkan sampah di sungai Desa Balonggarut, Krembung. (satria nugraha/radar sidoarjo)

Share this      

Pemkab Sidoarjo mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengelola sungai. Sebab sungai memiliki peran yang vital bagi kehidupan sosial masyarakat, misalnya sungai berfungsi untuk pengairan lahan pertanian, perikanan, pematusan, dan masih banyak fungsi lainnya.

Hal inilah yang dikampanyekan dalam roadshow Sidoarjo Peduli Sungai (SPS) yang diselenggarakan di Desa Balonggarut, Kecamatan Krembung, Minggu (29/4). Acara roadshow ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan, Direktur BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja dan perwakilan PDAM Delta Tirta Heru Firdausi. Selain itu hadir pula Camat Krembung Misbakhul Munir, Kapolsek Krembung AKP Guntoro, Kepala Desa Balonggarut Khusairi, personel Kodim 0816 Sidoarjo dan warga.

Dalam kegiatan ini, Bupati Saiful Ilah meminta agar segera dilakukan normalisasi sungai dengan menggunakan alat berat karena endapan sampahnya sudah parah. “Sungai ini sekilas tampak bersih, namun saat dilakukan pengerukan barulah tahu ternyata sampahnya mengendap. Ini sebabnya sungai jadi dangkal,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Abah Ipul ini mengatakan setelah dilakukan bersih-bersih sungai, ia meminta kesadaran warga tidak membuang sampah lagi di sungai. “Sungai itu untuk pembuangan air, bukan buang kursi, kasur apalagi pembalut,” tegasnya.

Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan mengatakan sungai harus segera dinormalisasi. “Kami juga berharap kepada masyarakat tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai. Hal ini agar mempermudah proses normalisasi,” ungkapnya.

Menurut Sigit, upaya untuk menciptakan sungai yang bersih harus didukung oleh peran serta masyarakat. Untuk itu PUPR akan memasang jaring di tiap-tiap sungai di desa-desa. “Jadi akan ketahuan warga mana saja yang buang sampah sembarangan,” tambahnya.

Sigit juga mengusulkan kepada warga agar membuat kesepakatan bersama melalui Peraturan Desa (Perdes). Isi perdes itu mengatur sanksi kepada warga yang ketahuan membuang sampah di sungai. “Sanksinya bukan uang tapi hukuman sosial, bisa berupa membersihkan sampah atau yang berkaitan dengan kebersihan,” jelasnya.

Sementara itu Camat Krembung Misbakhul Munir mengaku sangat mendukung SPS. “Dari dulu kami sangat peduli dengan sungai. Hal itu bisa kami buktikan dengan tidak adanya jamban di sepanjang sungai,” ujarnya. (mus/jee)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia