Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Penghina Nabi Pernah Ngomong dengan Pohon

28 April 2018, 06: 54: 19 WIB | editor : Lambertus Hurek

Tersangka Rendra saat dibekuk polisi.

Tersangka Rendra saat dibekuk polisi. (radar mojokerto/JPG)

Share this      

Rendra Hadi Kurniawan, 39, pria yang diduga melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, ada kemungkinan mengalami gangguan kejiwaan. Pria yang merupakan warga Perum Puri Surya Jaya, cluster Taman Paris blok B3, RW 11 Gedangan, dan merupakan anggota Partai Demokrat Sidoarjo itu, pernah diketahui bicara dengan pohon.

Ketua DPC Partai Demokrat Sidoarjo Juanasari berharap gangguan psikologis yang dialami Rendra bisa segera disembuhkan. “Dugaan ganggguan psikologis itu berdasarkan dari postingan Rendra yang sering mengaku berbicara dengan laut, pohon dan lainnya,” katanya, Jumat (27/4).

Juanasari menegaskan mengecam keras apapun yang berkaitan dengan penistaan agama. “Kami baik atas nama pribadi maupun partai meminta maaf dengan apa yang dilakukan oleh Rendra Hadi Kurniawan,” katanya kembali.

Juanasari membenarkan bahwa Rendra merupakan anggota Partai Demokrat Sidoarjo. Namun pasca kejadian viralnya video yang diunggah putra dari anggota Komisi A DPRD Sidoarjo Nunuk Lelarosanawati resmi melakukan pemecatan secara tidak terhormat. 

“Selain itu kartu keanggotaan partai juga kami cabut,” tegasnya.

Ia menyatakan keterlibatan Rendra sebagai anggota Partai Demokrat karena orang tuanya anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi Partai Demokrat. “Namun saya tegaskan Rendra bukan pengurus hanya sebagai anggota biasa,” imbuhnya. 

Saat ditanya terkait kasus hukum yang kini dihadapi Rendra, Juanasari mengaku tidak menyiapkan bantuan hukum apapun. Karena menurutnya, apa yang dilakukan Rendra murni kesalahan pribadinya. “Karena ini sudah diproses secara hukum, kami berharap aparat bisa memproses sesuai dengan hukum yang ada,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Partai Demokrat Sidoarjo Eny Suryani mengaku juga pernah melihat banyak arca, kembang dan kemenyan di halaman rumah Rendra. “Saat itu kami sedang menjenguk ibunya yang sedang sakit di rumah Puri Surya Jaya. Saya pikir postingan kemarin itu guyonan ternyata kok beneran,” jelasnya.

Sementara pula, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Renville Antonio mengatakan dari informasi yang diterimanya, Rendra mengalami gangguan kejiwaan. Dirinya mendapatkan informasi bahwa Rendra dalam video-video sebelumnya terlihat mengalami gangguan jiwa, seperti, berbicara dengan pohon dan lukisan. 

“Itu video lama sekitar November 2017 dan Januari 2018. Yang baru ya dia menghina Nabi Muhammad itu," ungkapnya.

Dari informasi yang didapat, DPC Partai Demokrat Sidoarjo telah mengeluarkan surat rekomendasi pemecatan Rendra Hadi Kurniawan bernomor 35.0/prmh/DPC.PD/SDA/VI/2018 ke DPP Partai Demokrat. Dalam surat tersebut, dikatakan yang bersangkutan sudah tidak memenuhi persyaratan sebagai kader/pengurus partai demokrat.

BELUM BUAT LAPORAN POLISI

Di sisi lain, kedatangan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo untuk melaporkan akun Rhendra Kurniawan yang diduga melakukan penistaan agama melalui video yang diunggah di akun Facebook-nya masih dalam tahap pengaduan. Setelah beberapa lama, konsultasi mereka belum melakukan pelaporan atau pembuatan laporan polisi saat datang ke SPKT Polresta Sidoarjo. Rendra sendiri sudah ditangkap di Dusun Jara’an, Desa/Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto dan diamankan di Polda Jatim.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M Harris menuturkan, kedatangan GP Ansor ke SPKT Polresta Sidoarjo awalnya memang untuk mengadukan kasus tersebut. Mereka berkonsultasi terlebih dulu terkait kasus penistaan Nabi Muhammad SAW yang menjurus pada penistaan agama. “Hanya membuat pengaduan sekaligus konsultasi. Selain itu, juga memperlihatkan bukti-bukti,” tuturnya.

Setelah melakukan konsultasi tersebut mereka sepakat untuk membicarakan dengan pengurus Ansor Jawa Timur terlebih dulu sehingga laporan belum dibuat. Mereka ingin berkonsultasi mengenai bukti dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk membuat laporan. “Jadi laporan polisi belum dibuat,” katanya.

Ia menuturkan, setelah konsultasi tersebut ternyata Rendra sudah diamankan Polres Mojokerto. Ia diamankan ke polres setempat setempat kemudian dibawa ke Polda Jatim. “Kasusnya ditangani oleh Polda Jatim. Untuk adanya laporan polisi mengenai yang bersangkutan di sana kami tidak tahu. Namun, dari keterangan yang bersangkutan ditangkap dengan sadar dan tidak ada perlawanan,” jelasnya. (mus/bae/gun/jee)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia