Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jatim Peringkat Pertama Kinerja Tertinggi Penyelenggaraan Pemda

27 April 2018, 18: 51: 58 WIB | editor : Wijayanto

MEMBANGGAKAN : Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) saat menerima penghargaan kinerja tertinggi dalam penyelenggaraan pemda dari Mendagri Tjahjo Kumolo.

MEMBANGGAKAN : Gubernur Jatim Soekarwo (kanan) saat menerima penghargaan kinerja tertinggi dalam penyelenggaraan pemda dari Mendagri Tjahjo Kumolo. (ISTIMEWA)

Share this      

Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mampu mempertahankan peringkat pertama kinerja tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah (pemda) selama tujuh kali berturut-turut. Kali ini penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo dalam Malam Apresiasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam rangka Hari Otonomi Daerah XXII di Hotel The Sultan Jakarta, Rabu (25/4) malam.

Penghargaan tersebut diraih berdasarkan penilaian Sistem Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2016. Penilaian itu melibatkan 20 instansi, termasuk lembaga independen dengan sekitar 700 item penilaian.

Terkait penghargaan ketujuh kali yang diterimanya, Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim menyatakan, penghargaan itu untuk menilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD). Mulai dari jenis urusan wajib pemda dan pilihan diteliti secara komprehensif. 

”Apakah kemudian pembangunan itu mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, mengurangi disparitas. Kemudian rakyatnya dilibatkan, parsipatoris, itu,” ujar orang nomor satu di Jatim.

Pakde Karwo menjelaskan, pemda yang tiga kali berturut-turut mendapatkan penghargaan tersebut diganjar dengan anugerah tanda kehormatan Samkaryanugraha Parasamya Purnakarya Nugraha. Pemprov Jatim yang enam kali terbaik EKPPD pun telah mendapatkan dua kali penghargaan tersebut yang diberikan pada April 2014 dan Oktober 2017.

Sementara itu, untuk penghargaan parasyamsya berikutnya, dilakukan untuk penilaian tahun 2016, 2017, dan 2018.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, bagi daerah yang meraih kinerja terbaik harus tetap hati-hati dengan area rawan korupsi. Di antaranya pengadaan, retribusi, pajak,  dan perizinan. "KPK selalu mengawasi,” terangnya seusai acara.

Menurutnya, penghargaan yang diraih Jatim harus menjadi pendorong dan contoh bagi daerah lain. Banyak daerah yang berupaya maju. Dulu di Jatim hanya Surabaya yang maju, sekarang ada Banyuwangi, Tulungagung, dan daerah lainnya. (*/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia