Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Khofifah Janji Bantu Pemasaran Buah Olahan

27 April 2018, 15: 11: 25 WIB | editor : Wijayanto

PANEN: Calon gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi kebun salak di Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Rabu (25/4).

PANEN: Calon gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi kebun salak di Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Rabu (25/4). (ISTIMEWA)

Share this      

LUMAJANG - Calon gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendatangi Lumajang. Mantan menteri sosial tersebut panen salak bersama petani salak di Pronojiwo Kabupaten Lumajang, Rabu (25/4).
Selain itu, Khofifah juga mengunjungi industri pengolahan salak di Desa Taman Ayu, Pronojiwo. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah tidak hanya ke kebun salak tapi juga melihat langsung proses pengolahan salak menjadi berbagai produk jadi.
Saat tiba di kebun salak, Khofifah langsung disambut oleh pemilik kebun bernama Winarno. Kepada Khofifah, Winarno menceritakan keluh kesah serta prestasinya sebagai pemilik industri salak.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga sempat memetik langsung salak dari pohonnya dan mencicipi. Sambil berjalan keliling kebun salak, Khofifah menanyakan apa kendala Winarno selama 16 tahun menjadi pengusaha salak. Menurutnya, pemasaran produk masih menjadi kendalanya selama ini.
Usai puas berkeliling kebun salak, Khofifah diajak untuk melihat langsung proses pengolahan salak menjadi produk jadi. Produk olahan salak yang dijual Winarno antara lain kripik, kopi dan minuman rasa buah. Khofifah pun merasa terkesan dengan apa yang dibuat oleh Winarno.Khofifah mengatakan, bila produk jadi memang diperlukan dari pada hanya menjual langsung buah. Sebab, dari produk jadi tersebut bisa memberi nilai tambah. "Pengolahan akan memberi nilai tambah yang lebih signifikan. Packaging menjadi penting. Karena kadang orang beli bukan karena isi tapi karena packaging. Kemudian hilirnya bagian pemasaran," papar Khofifah.Karena itu, Khofifah akan membantu Winarno dalam hal pemasaran produknya agar tidak hanya dijual di Jawa Timur saja, tapi juga bisa sampai pasar Indonesia dan internasional. "Kita akan siapkan pusat informasi untuk pemasaran," tutupnya. (vga/hen)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia