Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Pengedar SS Jalani Sidang Tanpa Pengacara

25 April 2018, 15: 52: 09 WIB | editor : Aries Wahyudianto

USAI SIDANG : Terdakwa usai menjalani sidang dakwaan di PN Gresik.

USAI SIDANG : Terdakwa usai menjalani sidang dakwaan di PN Gresik. (Yudhi/ Radar Gresik)

Share this      

KEBOMAS - Aditya Pratama Putraterancam mendekam di balik jeruji besi. Pemuda 28 tahun ini tengah menjalani sidang pengadilan atas kasus sangkaan sebagai pengedar sabu-sabu. Kasus hukumnya dihadapi sendiri. Tanpa pengacara.

Majelis hakim yang diketuai Bayu Soho Raharjo sempat menegur terdakwa. Sebab, ancaman hukuman kasus yang dihadapi cukup berat. "Bisa sampai 15 tahun penjara. Jadi harus pakai penasehat hukum," kata Bayu.

Setelah memberikan saran, hakim Bayu meminta jaksa membacakan dakwaan. Jaksa Febrian Dirgantara menyebutkan, terdakwa ditangkap anggota Polres Gresik pada Jumat (15/12/2017). "Terdakwa ditangkap di kawasan industri Gresik (KIG)," ucapnya.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua poket sabu. Satu poket seberat 0,27 gram. Yang satunya seberat 0,38 gram. Barang haram berbentuk kristal itu disimpan di dalam bungkus rokok.

Lebih lanjut, Febrian menyebutkan bahwa hasil laboratorium menyatakan bahwa serbuk kristal tesebut positif narkotika golongan satu. Karena itu, terdakwa dikenaakn pasal 114 ayat 1 juncto pasal 112 ayat 1 UU no 35 tahun 2009.

Hakim Bayu kembali memastikan isi dakwaan kepada terdakwa. Tidak ada hal yang disangkal. "Jadi tidak ada eksepsi ya," ujar Bayu. Aditya hanya mengangguk.

Majelis hakim memberikan waktu tujuh hari kepada jaksa. Pekan depan, saksi harus dihadirkan. "Silahkan kepada jaksa untuk menghadrkan saksi pada sidang selanjutnya," pungkas Bayu. Sidang ditutup.(yud/rtn)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia