Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
RSUD Dr Iskak Raih Marketer of the Year 2018

Kedepankan Inovasi Dongkrak Pelayanan dan Pendapatan

25 April 2018, 15: 49: 13 WIB | editor : Wijayanto

MARKETER OF THE YEAR: Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto, menunjukan dua piagam penghargaan yang baru diperoleh dari Markplus.

MARKETER OF THE YEAR: Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto, menunjukan dua piagam penghargaan yang baru diperoleh dari Markplus. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Penganugerahan Marketer of the Year Surabaya 2018 hadir sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Marketers Festival 2018. Marketeer of the Year Surabaya 2018 diberikan kepada individu yang dari kacamata pemasaran dianggap berhasil membuat perubahan. Ini merupakan pengakuan kepada marketer lokal yang tidak hanya sukses memimpin perusahaan, tapi juga memberikan efek positif bagi masyarakat banyak.
Salah satunya adalah untuk kategori Public Service Of The Year 2018 yang dimenangkan oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung. Muhammad Rifai, Kepala Bagian Humas RSUD Dr. Iskak Tulungagung mengaku bahwa kemenangan ini berkat sinergitas rekan-rekan di RSUD Dr. Iskak dan unit-unit terkait, khususnya pihak pemerintah Kabupaten Tulungagung.
"Selain itu, selaku Direktur RSUD Dr. Iskak, dr. Supriyanto SpB dianggap mampu membawa perubahan pada RSUD Dr. Iskak dengan konsep marketable yang mampu membawa perubahan yang signifikan," ungkapnya usai menerima penghargaan di Hotel Shangri-La, Selasa (24/4).
Rifai menambahkan, inovasi dan terobosan tersebut dinilai mampu mendongkrak baik dari sisi kemampuan pelayanan maupun dari sisi pendapatan rumah sakit secara finansial. Menurutnya, beberapa inovasi dari dr. Supriyanto tidak lain ialah bertujuan agar sebuah institusi pemerintah, khususnya RSUD tidak boleh kalah dengan rumah sakit yang dikelola oleh swasta.
"Oleh karena itu dr. Supriyanto memberikan inovasi dan terobosan supaya mampu bersaing setidaknya setingkat di atas rumah sakit swasta," lanjutnya.
Selain itu dari tahun 2012-2018, pendapatan RSUD Dr. Iskak meningkat signifikan. Pada akhir tahun 2017, RSUD Dr. Iskak menargetkan pendapatan mencapai Rp 215 miliar, tetapi realisasi capaian justru melebihi target, yakni mencapai Rp 247 miliar.
Rifai membeberkan bahwa kunci dari keberhasilan RSUD Dr. Iskak meraih penghargaan tersebut, yang pertama ialah sinergitas antar lembaga, legislatif mendukung, dan steakholder lainnya. Kedua, komitmen secara internal maupun eksternal untuk menjadikan RSUD dr. Iskak maju dengan pelayanan terbaik. Sehingga mampu menjadikan RSUD dr. Iskak menjadi rumah sakit rujukan di Jawa Timur yang andal dalam memberikan pelayanan.
Ketiga, membuat sistem yang akan berjalan dengan baik dengan inovasi-inovasi. Inovasi terakhir yang dijalankan untuk mengikuti perkembangan zaman seperti menggunakan fasilitas digital dengan menggandeng pihak lainnya.
"Selain itu juga ada pelayanan antrean secara online. Panggilan darurat kapan saja dan dimana saja. Terdapat kurang lebih 39 ambulans yang standby di kabupaten Tulungagung," imbuhnya.
Terdapat beberapa pelayanan unggulan lainnya seperti prahospital, sebuah pelayanan sebelum pasien urgent masuk rumah sakit untuk mendapat penanganan saat itu juga. Layanan Public Savety Center (PSC), Layanan Sindroma Koroner Akut (Laskar), dan Instalasi Gawat Darurat Modern (Instagram) yang luas. (cin/jay)

TERIMA AWARD: Humas RSUD Dr. Iskak Tulungagung M. Rifai (tiga dari kanan) menerima penghargaan dari Markplus mewakili Dirut RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Sp.B.

TERIMA AWARD: Humas RSUD Dr. Iskak Tulungagung M. Rifai (tiga dari kanan) menerima penghargaan dari Markplus mewakili Dirut RSUD Dr. Iskak Tulungagung, dr. Supriyanto Sp.B. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia