Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik
Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Gresik.

Datangi Posyandu, Kampanyekan Pentingnya Sayuran Bagi Balita

25 April 2018, 15: 14: 49 WIB | editor : Aries Wahyudianto

PENUHI GIZI: Ketua IIDI Gresik  Ita saat mendampingi salah satu balita di Posyandu Yosowilangun untuk makan sop sehat, kemarin.

PENUHI GIZI: Ketua IIDI Gresik Ita saat mendampingi salah satu balita di Posyandu Yosowilangun untuk makan sop sehat, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

Share this      

Buktinya mereka mendatangi  di Posyandu Yosowilangun. Tujuannya  mengenalkan macam sayur hijau yang baik untuk konsumsi balita. “Jadi sayur dan buah ini harus ditekankan kepada masyarakat, agar anaknya bisa mengkonsumsinya dengan baik,” papar Ketua IIDI Gresik Sundar Itafarida.

Menurut Ita,banyak anak yang tidak suka bahkan menolak memakan sayuran dan buzh. Padahal, keragaman man sayur dan buah sangat penting bagi pertumbuhan manusia. Bila porsi gizi sudah cukup, maka penyakit dan daya tahan tubuh bisa baik.

Dia juga memberikan contohan olahan buah dan sayur. Misal dibuat puding dan manisan buah. “Masyarakat harus tahu 4 pedoman gizi seimbang,  yakni Variasi makanan sayur dan buah, pola hidup bersih, aktif olahraga dan selalu menimbang berat badan agar terkontrol,” terang Ita.

Asupan gizi untuk anak benar-benar harus dijaga. Sayuran hijau yang baik untuk pertumbuhan anak, seperti kacang panjang, sawi, brokoli hijau, wortel, salak, pisang hijau hingga manggis. “Sangat penting menjaga gizi dari kecil agar  imun tubuh juga baik, tentunya bisa menghindarkan anak dari berbagai penyakit, khususnya kanker dan pertumbuhan yang baik,” urainya.

Seperti yang dirasakan Nayla Taffana, 3, yang dengan lahap memakan sop sehat serta manisan pepaya. Menurut sang ibu Titik Lailtul, putrinya masih memiliki berat badan 11 kilogram. Masih ada PR untuk meningkatkan berat badan dengan kalori yang sesuai. Dengan penyuluhan ini, ia bisa membuat oalahn sayur yang menarik anak. “Termasuk macam sayur hijau yang ternyata penting buat anak, saya bisa olah menjadi bubur dan jus buah misalnya,” mpapar dia.

Sementara Kepala Puskesmas Sukomulyo Anik Luthfiyah mengatakan, puluhanbalita yang menjadi sasaran pemenuhan gizik dengan konsumsi buah dan sayur ini dianggap Anik sangat baik dan dibutuhkan. Ia menyebut, 2.230 balita yang ada di wilayah Desa Yosowilangun memang harus dilakukan pemberian tambahan makanan yang sehat. “Dan kiat memberikan sayur danbuah harus dilakukan semenjak anak usia 6 bulan, setelah ASI Eksklusif dan mulai dikenalkan dengan makanan tamabahn,” imbuh dia. (*/rtn)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia