Rabu, 19 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Tiru Cara Kerja Pikiran Manusia

Otak Digital Neuromorfis untuk Robot Canggih

Rabu, 25 Apr 2018 08:04 | editor : Abdul Rozack

MEMBANGGAKAN: Indar Sugiarto saat menunjukkan platform kecerdasan otak untuk robot yang ia kembangkan, Selasa (24/4).

MEMBANGGAKAN: Indar Sugiarto saat menunjukkan platform kecerdasan otak untuk robot yang ia kembangkan, Selasa (24/4). (Ginanjar Elyas Saputra/Radar Suarabaya)

SURABAYA -  Dosen Univeritas Kristen (UK) Petra Surabaya berhasil kembangkan platform kecerdasan otak untuk robot. Ide ini merupakan bagian dari disertasi Indar Sugiarto yang baru saja diselesaikannya beberapa waktu lalu. Melalui disertasi tersebut juga membuat Indar berhasil membawa pulang gelar doktor kala menempuh pendidikannya di Technische Universitat Munchen (TUM), Jerman.

Neuromorphic Engineering Processor merupakan teknologi yang berusaha menghasilkan sistem yang mampu mengolah informasi layaknya cara kerja otak. Pendekatannya dengan cara mengimplementasikan struktur dan fisiologi sistem saraf pusat (otak) dalam bentuk hardware dan software.

“Sistem neuromorfis ini secara tidak langsung meniru cara kerja otak hingga level sel-sel otak. Dengan metode ini, robot akan dilengkapi dengan jutaan, bahkan milyaran sel-sel saraf tiruan sehingga mampu berpikir layaknya manusia,” papar Indar, Selasa (24/4).

Cara kerja robot cerdas dengan teknologi neuromorfis ini menggunakan mesin teknologi canggih bernama Spiking Neural Network (SpiNNaker). Mesin yang awalnya dibuat oleh University of Manchester (United Kingdom) ini merupakan perangkat elektronik yang memiliki 48 chip, dimana masing-masing chip-nya memiliki neuromorphic processors. 

Di Asia Tenggara, Indar mengklaim bahwa perangkat tersebut hanya dimiliki oleh dua institusi negara saja. Di antaranya adalah National University of Singapore (NUS) dan UK Petra. Dalam penelitian kali ini, robot yang ia bekali dengan otak digital tersebut akan dapat mengambil keputusan, dalam kondisi yang penuh ketidakpastian serta mampu berinteraksi secara sosial seperti halnya manusia.

Selain itu, salah satu target pengembangan platform robot dengan kecerdasan buatan tersebut akan dibekali navigasi pintar, yang mana nantinya robot tersebut memiliki kemampuan navigasi seperti halnya global positioning system (GPS). 

“Kedepannya jika platform artificial intelligence (AI) ini sudah diaplikasikan dalam robot, maka akan dapat merekam dan memetakan posisi dimana dirinya berada. Jadi robot ini berbeda dengan jenis robot pada umumnya, karena kalau robot pada umumnya harus di program dahulu sebelum melakukan sesuatu, tapi ini bisa secara mandiri dengan otak digitalnya,” pungkas Indar. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia