Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Kenali Batik Latih Sensor Motorik Anak

23 April 2018, 12: 29: 06 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Ninis (kiri) saat mengarahkan murid kelompok belajar merendam batik di Kampung Kemasan, kemarin.

MENYENANGKAN: Ninis (kiri) saat mengarahkan murid kelompok belajar merendam batik di Kampung Kemasan, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

Share this      

KOTA - Kegiatan edukasi sekaligus memperingati Hari Kartini ini dilakukan oleh puluhan murid kelompok belajar (KB) di Kecamatan Kota. Mereka mendatangi kampung batik di Kemasan, Kelurahan Kebungson, Kecamatan Kota untuk belajar dan mempraktikannya secara langsung cara membatik.

Seperti yang dilakukan M. Haizan Syafik, 4, terlihat penasaran dan bertanya. “Kita mau memaska apa ini,” ujar Haizan dengan lugu.

Di hadapan bocah berusia 5 tahun ini terlihat jelas malam, salahsatu bahan batik, yang dipanaskan. Kemudian ada bahan dan peralatan seperti canting dan bak-bak dengan air bewarna untuk finishing batik.

Pemilik Batik Gajah Mungkur Ninis Trisilowati menjelaskan, dia senang dengan kegiatan murid KB ini. “Terpenting untuk anak-anak adalah mengenal peralatan dasar membatik. Dan, mereka tahu bahwa batik adalah budaya yang harus dilestarikan. Sehingga sejak kecil sudah tahu tentang batik,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala TK-KB, Kristatin menjelaskan, kegiatan membatik merupakan sarana edukasi. Dari membatik, anak-anak dengan mudah dilatih dan ditingkatkan kemmapuan motorik kasar dan halusnya. Khususnya untuk motorik halus, bisa mencanting, menjaga kseimbanagn tubuh untuk mengikuti garis motif hingga melatih kesabaran anak.

“Itu akna berdampak pada keamampuan calistun, membaca, menulis dan berhitung, jadi untuk persiapan kesitu semakin baik,” papar dia.

Ditambahkan, selain melatih kemampuan motorik, membatik juga untuk mengarahkan anak-anak agar mencintai budayanya sendiri. Seperti membatik ini. Menurut Kris, saat ini budaya asing sudah sangat bebas masuk ke dalam budaya Indonesia. “Jadi kita tanamnkan ini sejak dini, setidkanya mereka mengenal saja terlebih dahulu dan praktk dasar sekaligus memperingati hari kartini ini,” imbuh dia. (est/ris)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia