Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Menelusuri Sejarah Jalan Kalisosok (1)

Namanya Berasal Sungai Kecil yang Mengalir ke Kalimas

21 April 2018, 13: 47: 03 WIB | editor : Wijayanto

SAKSI BISU: Pengendara melintas di kawasan kota lama di Jalan Kalisosok, Selasa (23/1). Kawasan ini memiliki sejumlah bangunan lama yang bernilai sejarah.

SAKSI BISU: Pengendara melintas di kawasan kota lama di Jalan Kalisosok, Selasa (23/1). Kawasan ini memiliki sejumlah bangunan lama yang bernilai sejarah. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Entah kapan pastinya Jalan Kalisosok dibangun belum ada yang tahu. Namun, sebelum kedatangan Belanda, jalan tersebut sudah ada membentang dan ramai oleh aktivitas penduduk Surabaya. Selain itu juga berdiri permukiman penduduk setempat yang disibukkan dengan aktivitas ekonomi.

Moh Mahrus-Wartawan Radar Surabaya

Menurut pakar sejarah Kota Surabaya Edy Samson, dinamakan Jalan Kalisosok karena dahulu ada sejenis kali (sungai, Red) kecil seperti gorong-gorong yang tembus ke Sungai Kalimas.
"Dari data cerita sejarah begitu. Nama Kalisosok diambil karena adanya kali kecil seperti gorong-gorong yang mengalir ke Kalimas," ujar Edy Samson kepada Radar Surabaya.
Samson menambahkan, yang memberi nama kawasan tersebut Kalisosok adalah penduduk lokal yang mendiami kawasan tersebut. Menurut Samson, keberadaan jalan tersebut dahulu sangat penting sebagai jalan penyangga.
Panjang jalan Kalisosok membentang dari selatan pojok gedung berbatasan Jalan Rajawali, lalu berbatasan dengan Jalan Branjangan, ke utara Jalan Kasuari terus ke utara sampai batas tembok penjara Kalisosok.
"Di sepanjang Jalan Kalisosok ada bangunan tua. Semenjak kedatangan Belanda juga semakin banyak bangunan, karena Belanda menata kota dengan membentuk kawasan-kawasan Eropa, Pecinan dan lain-lainnya," paparnya.
Konon, di zaman kolonial Jalan Kalisosok didominasi bangunan kantor, gedung, dan perumahan. Untuk perumahan, penghuninya selain penduduk lokal juga penduduk Belanda yang ditugaskan menjadi pegawai kantor dan penjaga penjara Kalisosok.
"Selain itu, di kawasan tersebut juga terdapat gudang persenjataan Belanda," tandasnya. (bersambung/nur)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia