Sabtu, 17 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

9 Jenis Pajak Ini Kini Bisa Bayar Digital di Surabaya

Selasa, 17 Apr 2018 17:39 | editor : Abdul Rozack

ilustrasi bayar pajak dengan perangkat digital

ilustrasi bayar pajak dengan perangkat digital (net)

SURABAYA – Pemkot Surabaya kembali membuat terobosan untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah memberikan kemudahan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara digital, kini pemkot menambah delapan jenis pajak yang juga dilakukan secara digital. 

Yakni, pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, Penerangan Jalan (PPJ), parkir, air dan tanah serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). “Setelah PBB kami tambah delapan jenis pajak yang bisa dibayar lewat digital,” kata Kepala Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Surabaya Yusron Sumartono. 

Dia mengungkapkan, Pemkot Surabaya menggandeng saah satu bank BUMN untuk transaksi pembayaran yang tidak harus dilakukan dengan datang ke bank. Pembayaran bisa dilakukan melalui sms banking, mobile banking system, internet banking, khususnya ATM banking yang sudah tersebar di sejumlah wilayah di Jatim. 

“Ini bentuk kemudahan pelayanan pembayaran pajak di Surabaya,” terangnya. 

Menurutnya, tidak ada alasan para pembayar pajak terhambat karena harus antre di bank. Dengan mekanisme digital yang ditawarkan maka pembayar pajak diharapkan semakin tepat waktu untuk membayar pajak demi kelangsungan pembangunan di Surabaya. 

“Dengan tidak ada tunggakan pajak maka PAD di Surabaya akan terus naik,” jelasnya. 

Hingga saat ini, sektor pajak daerah yang menghasilkan nilai cukup besar adalah BPHTB. Tingginya BPHTB dikarenakan nilai rumah dan tanah semakin hari terus meningkat. Pajak BPHTB pada tahun 2017 mencapai Rp 1,091 triliun. 

“Nilai realisasi itu bisa meningkat pada tahun 2018 karena kemudahan akses pembayaran,” ucapnya. 

Pada 2017, target PAD melalui pajak oleh Pemkot Surabaya sudah melebihi seratus persen. Dari target perolehan Rp 3,265 triliun tercapai hingga Rp 3,331 triliun. Perolehan pajak dari sembilan jenis sudah mencapai 103 persen. PBB yang sudah menggunakan system digital menjadi penyumbang pajak terbesar kedua yang nilainya mencapai Rp 1,09 triliun. 

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansyur mengatakan, dengan kemudahan membayar pajak diharapkan PAD dari sektor pajak terus meningkat. Sehingga, tidak ada para wakib pajak yang telat maupun mengemplang untuk membayar pajak. “Pengawasan tetap harus dilakukan oleh Pemkot meski sudah digital,” pungkasnya. (vga/rud) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia