Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Dulu Primadona Angkutan Serba Guna

Angguna Nasibmu Kini, Hanya 4 Unit yang Lolos Uji Kir

Selasa, 17 Apr 2018 17:02 | editor : Abdul Rozack

MELAWAN JAMAN: Ditengah himpitan mewahnya angkutan modern, angkutan serba guna (Angguna/tengah) tetap menanti datangnya penumpang untuk menggunakan ja

MELAWAN JAMAN: Ditengah himpitan mewahnya angkutan modern, angkutan serba guna (Angguna/tengah) tetap menanti datangnya penumpang untuk menggunakan jasanya di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (16/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Nasib angkutan serba guna (Angguna) di Surabaya kini terus tergerus zaman. Angkutan yang beroperasi sejak 1988 itu dulu berjumlah 150 unit, kini tinggal 4 unit yang lolos uji kir.  

Vega Dwi Arista/Radar Surabaya

Di awal beroperasi, banyak masyarakat memanfaatkan jasa Angguna. Bahkan di 1992 saat masa jaya, moda transportasi Angguna jumlahnya mencapai 150 unit.  

Namun seiring waktu dengan jumlah angkutan kota yang makin beragam, pemakaian Angguna mulai bergeser. Tak hanya itu, munculnya angkutan yang lebih modern membuat keberadaan Angguna ibarat hidup segan mati tak mau. 

Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mencatat pada tahun 2017, jumlah angguna yang mengurus Uji Kir dan lolos hanya tujuh unit. Kini, Dishub Surabaya hanya mencatat empat unit Angguna yang layak beroperasi. 

Hal ini tentu bertolak belakang saat jenis jasa angkutan umum ini masih jadi primadona. Dengan memiliki lima tempat duduk dan bagasi luar yang luas, masyarakat banyak memanfaatkan Angguna. Angkutan kelas menengah bawah tersebut yang pasti menjadi jujukan penumpang yang membawa banyak barang. “Dulu jadi pilihan. Orang yang mudik dan yang mau ke terminal dan pulang, pasti banyak pilih Angguna,” kata Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajat. 

Dia mengakui, Angguna yang dulu jumlahnya banyak kini memang terus menyusut. Kendaraan tersebut terhalang oleh proses uji kir yang mengharuskan angkutan itu untuk dimuseumkan. 

“Banyak yang tak lolos uji kir karena angkutannya sudah lama,” terangnya. 

Saat ini sulit sekali menjumpai Angguna di Surabaya. Beberapa Angguna yang beroperasi banyak yang ngetem di terminal Purabaya dan Joyoboyo. Keberadaan Angguna tersebut sekarang juga tidak jadi pilihan banyak penumpang. 

“Apalagi sekarang banyak angkutan yang kondisinya sudah bagus,” jelasnya. 

Irvan menegaskan, jika dalam proses uji Kir Angguna tetap lolos maka tetap diizinkan untuk beroperasi. Namun, jika tidak lolos tetapi tetap beroperasi di jalan maka Dishub akan menindak tegas. 

“Kita tidak tebang pilih tetapi kendaraan yang lolos Uji Kir yang layak beroperasi di jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan lain,” pungkasnya. (*/rud) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia