Sabtu, 17 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Perbanyak Saintis Cilik Lewat Pembinaan Intensif

Selasa, 17 Apr 2018 09:29 | editor : Aries Wahyudianto

Para siswa SD saat melakukan penyisihan Olipa rayon tengah yang dilakukan oleh klinik sains, kemarin.

TELITI: Para siswa SD saat melakukan penyisihan Olipa rayon tengah yang dilakukan oleh klinik sains, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

MANYAR –Meningkatnya siswa yang tertarik menjadi saintis cilik mendorong Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Gresik terus meningkatkan pembinaan dan kompetisi secara intensif. Salah satunya seperti Olimpiade IPA (Olipa 4) yang digelar di Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Gresik Kota Baru (GKB), Senin (16/4).

Pembina Klinik Sains Gresik Ria Eka Lestari  mengatakan sebanyak 228 sainstis cilik dan kompetisikan dalam Olipa rayon tengah di wilayah Manyar dan sekitarnya.  Menurut dia, dari tahun ke tahun, saintis cilik semakin bertambah jumlahnya dan merata di seluruh sekolah di Kabupaten Gresik. “Sudah bukan lagi didominasi oleh sekolah sekolah tertentu saja,”  kata  Ria.

Hal ini menunjukkan geliat saintis cilik meningkat sekolah di berbagai wilayah. Padahal,ilmu saint dulu danggap susah dan rumit. Untuk itu, Ria memberikan tips kepada guru dan orangtua agar anak-anak tetap bisa belajar sains dengan baik. “Selain rajin mengikutikompetisi sains untuk ukur kemampuan,” kata Ria. Yang perlu dilakukan pembimbing dan orangtua supaya anak menyukai sains adalah dengan pembelajaran materi. Anak-anak harus mencoba dan menyelesaikan masalah atau soal pada materi di jenjang yang lebih tinggi. “Misal siswa kelas 2, namunj sudah bisa belajar tuntas untuk materi kelas 2 dan ditambah pengayaan materi kelas ,” papar dia. 

Anak memiliki kemampuan dan dukungan. Untuk itu, wajib hukumnya orangtua dna guru mendukung anaknya gar ikut dalma kompetisi. Bukan hanya kompetisi bergengsi, namun berbagai kompetisi untuk melatih kepercayaan diri dan mengukur kemampuannya. “Yang kami terapkan, setiap coaching clinic adalah, anak atau saintis cilik ini harus bisa menyelesaikan 10 soal dalam setiap harinya,” jelasnya.

Gadiza Aura, siswa kelas 3 SD Muhammadiyah Manyar ini mengaku sudah memeplajari banyak hal terkait sains yang ada di kelas atasnya. Awalnya, dia berpikir hal itu susah dikerjakan dan sulit dimengertyi. Tapi ternyata dengan dukungan pembina, pembelajran yang menyenangkan serta keuletannya mengerjakan latihan soal, berbagai kompetisipun bisa ia ikuti. “Ternyata semuanya itu lebih mudah ketika rajin belajar, sains jadi menyenangkan sih,” ungkapnya saat ditemui kemrin. (est/han)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia