Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Terbelakang Mental, Diperkosa Tiga Pemuda hingga Hamil 5 Bulan

Senin, 16 Apr 2018 16:17 | editor : Wijayanto

ilustrasi perkosaan

ilustrasi perkosaan (JPNN)

SURABAYA – Belum selesai pengungkapan kasus pemerkosaan yang menimpa NH di area makam Karang Tembok Sidotopo pada selasa (10/4) lalu, kini kasus serupa kembali terjadi di Surabaya. Mirisnya lagi, korban pemerkosaan ini adalah gadis keterbelakangan mental. Korban diketahui telah diperkosa tiga pemuda berbeda, setelah hamil 5 bulan.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Tinton Yudha Riambodo membenarkan bahwa pihaknya tengah menangani kasus pemerkosaan yang menimpa gadis dengan keterbelakangan mental tersebut, Minggu (15/4). Kasus ini bermula saat ibu korban melaporkan kejadian ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada Selasa (10/4). ”Ibunya curiga perut korban yang semakin membuncit,” ujar AKP Tinton.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan pemerkosaan yang pertama terjadi sekitar bulan November 2017. Saat itu korban yang tengah pulang kerja diajak kenalan oleh seorang pemuda. ”Ditawari naik mobil untuk diantar pulang,” beber AKP Tinton.
Namun di tengah perjalanan pulang, korban justru dibawa ke sebuah hotel di daerah Surabaya Utara dan disetubuhi di tempat tersebut. Setelah lelaki itu memuaskan nafsunya, baru korban diantarkan pulang. Seminggu kemudian, korban dijemput oleh seorang laki-laki ditempat kerja yang mengaku akan mengantarkan pulang sang korban. Lalu tanpa mengenal lelaki itu korban mau dibonceng untuk diantar pulang. Namun nyatanya korban kembali dibawa ke hotel di kawasan Surabaya Utara lagi untuk diperkosa.
Lalu tidak lama dari peristiwa yang menimpa kedua kalinya itu, korban kembali dijemput oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal. Kali ini ia dijemput di depan pos penyeberangan Ujung. Dan korban kembali dibawa ke sebuah hotel untuk memuaskan nafsu lelaki tersebut. ”Kali ini lokasinya berbeda, yaitu di kamar hotel di daerah Surabaya Timur,” beber AKP Tinton.
Lanjutnya, atas dasar korban yang memiliki keterbelakangan mental ini yang dimanfaatkan para pelaku untuk memuluskan aksi bejatnya. ”Korban selalu nurut apa yang diperintahkan orang (meski belum kenal, Red),” pungkas AKP Tinton. Kini polisi tengah memburu pelaku tindak kejahatan pemerkosaan terhadap gadis dengan latar keterbelakangan mental tersebut. (son/no)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia