Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Hanura Tak Palingkan Dukungan Selain ke Khofifah-Emil

Senin, 16 Apr 2018 16:02 | editor : Wijayanto

BLUSUKAN: Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalami pengunjung dan pedagang di Pasar Atum Mall, Minggu (15/4).

BLUSUKAN: Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalami pengunjung dan pedagang di Pasar Atum Mall, Minggu (15/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Anggapan beralihnya dukungan Partai Hanura di Pilgub Jatim pasca kisruh di tingkat elit partai, dipastikan tidak benar. Sebagai wujus masih solidnya dukungan partai, Minggu (15/4) malam, menggelar bimbingan teknik (bimtek) bersama seluruh DPC serta anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota guna mematangkan strategi pemenangan pasangan calon Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.
Ketua DPD Hanura Jatim Kelana Aprilianto mengatakan, acara ini menjadi bukti soliditas Partai Hanura Jatim dalam mendukung serta memenangkan Khofifah-Emil. Tidak ada calon lain untuk Pilgub Jatim. Dukungan itu sesuai dengan keputusan DPP di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO). Apalagi, satu-satunya kepengurusan Hanura yang diakui oleh Kemenkumham hanya OSO.
“Sebagai partai pengusung, Hanura akan all out memenangkan ibu Khoffiah untuk menjadi Gubernur Jatim. Artinya kalau ada orang yang mangatakan dukungan kepada Paslon lain itu abal-abal,” ujar Kelana, Minggu (15/4).
Pernyataan ini menampik dukungan kepengurusan DPD Hanura Jatim versi Sujatmiko Cs. Setelah beberapa waktu lalu memberikan pernyataan dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Namun suara itu tidak digubris oleh  Hanura versi Kelana yang terus pada jalur untuk  kemenangan Khofifah-Emil. Rapat-rapat konsolidasi dilakukam setidaknya dua minggu sekali.
Kelana pun memastikan bahwa seluruh kader tingkat grass root mendukung Khofifah-Emil. Instruksinya juga sudah jelas tidak ada pasangan calon lain yang didukung. Bahkan, dia dengan tegas akan memberikan sanksi tegas jika ada kader yang mbalelo. “Alhamdulillah, baik DPC dan ranting masih satu suara untuk memenangkan Khofifah-Emil. Kalau sampek ada yang mbalelo kita keluarkan sanksi pemecatan," tuturnya.
Sementara itu, dihari ke 52 kampanye, calon Gubernur Jatim Khofifah terus melakukan kunjungannya menyapa masyarakat. Kali ini Pasar Atum Surabaya menjadi jujugan mantan menteri sosial tersebut. Disela-sela kunjungan, dirinya mengatakan bahwa sebisanya hadir menyapa dan mendengarkan aspirasi masyarakat langsung. “Pengusaha pasar atum ada 2500 orang. Karyawannya sekitar 15 ribu. Kita harus melihat paling tidak ada 15 ribu keluarga yang memiliki keterkaitan roda ekonomi hidup di pasar atum,” kata Khofifah.
Hingga saat ini dari kunjungannya ke beberapa pasar, ketua umum PP Muslimat NU itu menilai sentra pertumbuhan ekonomi sangat indah jika diikuti dengan pertumbuhannya. Apa yang ada di Pasar Atum ini dapat diadopsi oleh kabupaten/kota lain di Jatim. Dengan begitu penyerapan tenaga kerja di daerah dapat lebih maksimal lagi.  “Mereka banyak yang dari daerah kerja di sini. Kalau ada opsi bisa menyiapkan pasar atom di daerah juga. Sehingga ada pemerataan,” tandas Khofifah. (bae/nug)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia