Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

2 Tahun Edarkan Sabu, Terciduk Gara-gara Lengah Asyik Main Game

Senin, 16 Apr 2018 13:19 | editor : Abdul Rozack

DIAMANKAN: Tersangka Amat (duduk di tengah) saat ditangkap polisi bersama barang bukti.

DIAMANKAN: Tersangka Amat (duduk di tengah) saat ditangkap polisi bersama barang bukti. (istimewa)

SURABAYA – Asyik bermain game, membuat Amat Monot,30, lengah. Pria yang kos di Tempel Sukorejo IV/6 Surabaya ini tak sempat kabur saat polisi menyergapnya. Amat menjadi target polisi lantaran menjadi pengedar sabu-sabu (SS). Selain Amat, delapan poket SS siap jual juga diamankan.   

Amat digerebek oleh Tim Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Jumat (13/4). Dia ditangkap saat menunggu pembeli SS di kosnya. Sebelum digerebek, polisi sudah mengintai lokasi kos Amat. Sebab berdasarkan informasi, Amat akan melakukan transaksi di kosnya.

“Kami intai cukup lama, sebab rencananya kami akan melakukan penggerebekan ketika pelanggannya melakukan transaksi,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, Iptu Misdianto, Minggu (15/4).

Namun setelah ditunggu lama, pembeli Amat tak kunjung datang. Karena khawatir proses penangkapan gagal, polisi segera menggerebeknya. Sedangkan Amay yang jenuh menunggu pembeli, akhirnya bermain game.

 “Ketika kami datang dan mengetuk pintu kamar, tersangka ini membukakan pintu. Rupanya tersangka mengira jika yang datang tersebut adalah pembelinya,” imbuhnya.

Amat pun kaget dan mungkin menyesal telah membukakan pintu tanpa terlebih dahulu memastikan siapa yang datang. Namun semua sudah terlambat, tangan Amat sudah terborgol. Setelah diinterogasi, polisi menggeledah setiap bagian kamar kos Amat. 

"Hasilnya, kami menemukan 8 poket sabu siap jual, 17 plastik klip kosong, 1 pipet kaca, 6 sekrup dari sedotan warna putih serta uang tunai Rp 200 ribu," terangnya.

Setelah mendapatkan sejumlah barang bukti itu, Amat pun diperiksa oleh penyidik. Dari hasil pemeriksaan itu, polisi mendapati jika tersangka sudah dua tahun menjadi pengedar SS.

“SS tersebut dipasok dari Madura melalui perantara kurir. Setelah SS dikemas ulang menjadi paket hemat siap jual, SS tersebut lantas diedarkan di Surabaya,” tandasnya.(yua/no)  

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia