Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Raperda Penyelenggaraan Parkir Sudah Rampung

Kendaraan Dapat Asuransi, Jukir Nakal Bisa Kena Sanksi hingga Dipecat

14 April 2018, 15: 36: 21 WIB | editor : Abdul Rozack

ADA ATURANNYA: Seorang juru parkir di kawasan Jalan Jimerto. DPRD Kota Surabaya telah menyerahkan Raperda tentang penyelenggaraan parkir ke gubernur u

ADA ATURANNYA: Seorang juru parkir di kawasan Jalan Jimerto. DPRD Kota Surabaya telah menyerahkan Raperda tentang penyelenggaraan parkir ke gubernur untuk selanjutnya dievaluasi. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Raperda tentang penyelenggaraan parkir di Surabaya sudah rampung. Saat ini berkas pasal per pasal diserahkan ke Gubernur Jatim untuk dievaluasi. Salah satu poinnya yakni pemberian sanksi pemecatan terhadap juru parkir (jukir) nakal.

Wakil Ketua Pansus Raperda Penyelenggaraan Parkir Agustin Poliana mengatakan, beberapa poin baru terkait masalah parkir telah dituntaskan dalam raperda. Termasuk soal asuransi terhadap kendaraan yang hilang. Selain itu juga ada ketegasan tentang pelaksaan parkir di Surabaya. "Saat kami sidak masih banyak pelanggaran. Karena itu adanya perda nantinya jangan diabaikan," katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, jika aturan tentang larangan parkir dilarang maka akan ada sanksi tegas terhadap pengguna kendaraan, termasuk jukirnya. Seharusnya, jukir harus bisa menata parkir sesuai aturan yang jelas. "Bukam malah jukirnya yang buat kesalahan hingga akhirmya merugikan pemilik kendaraan," terangnya.

Agustin yang juga menjadi Ketua Komisi D DPRD Surabaya ini mengungkapkan, jukir akan dipecat jika tetap membandel. Jika dalam teguran awal tidak digubris, maka Dinas Perhubungan berhak melakukan pemecatan. "Perda jangan hanya buat pajangan, tetapi dilaksanakan di lapangan. Ujung tombak salah satunya jukir," jelasnya.

Menurutnya, saat ini pansus masih menunggu hasil evaluasi dari gubernur. Jika nantinya tidak ada revisi maka perda tersebut harus dijalankan dengan tepat. Namun, jika ada evaluasi maka akan dibahas kembali untuk perbaikan.

Kepala UPT Parkir Dishub Surabaya Trenggono mengatakan, saat ini ada sekitar 1.500 jukir di Surabaya. Jumlah tersebut akan meningkat seiring dengan tambahnya titik parkir di Surabaya. "Karena itu pengawasan akan sangat penting terhadap jukir yang jumlahnya banyak," katanya.

Menurutnya, pihaknya akan memberikan sosialisasi kepada jukir jika perda nanti disahkan. Sehingga jukir akan memahami pentingnya pelaksanaan perda di lapangan. (vga/nur)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia