Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Penetapan Tersangka Tanpa Panggil Saksi Disoal

11 April 2018, 13: 38: 07 WIB | editor : Wijayanto

EKSEPSI: Sidang perkara seksual pelecehan dengan terdakwa Zunaidi berlangsung tertutup.

EKSEPSI: Sidang perkara seksual pelecehan dengan terdakwa Zunaidi berlangsung tertutup. (IST)

Share this      

SURABAYA - Sidang lanjutan perkara pelecehan seksual dengan terdakwa, Zunaidi Abdillah kembali digelar. Tak seperti sidang perdana sebelumnya, sidang mantan perawat Rumah Sakit NH tersebut digelar secara tertutup, Selasa (10/4). Agendanya adalah pembacaan eksepsi dari kuasa hukum terdakwa.
Sidang Zunaidi dilakukan di ruang Tirta 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah. Dari luar, terlihat Zunaidi yang duduk di kursi pesakitan dengan rompi tahanan warna merah.
Sidang tersebut tak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menitan. Sebab dalam sidang tersebut kuasa hukum hanya membacakan beberapa surat eksepsi dari terdakwa.
Namun saat ditemui seusai sidang, kuasa hukum terdakwa M Soleh mengatakan eksepsi yang ia bacakan meliputi dakwaan jaksa yang dinilai tidak jelas. Seperti poin pada saat penangkapan dan penetapan tersangka. Polisi tak memanggil sejumlah saksi.
“Itu bertentantangan dengan putusan MK nomor 21, yang mengharuskan ada pemanggilan saksi sebelum menetapkan tersangka,” ungkap Soleh. Sedangkan, poin yang kedua adalah pemeriksaan pertama kali sebagai tersangka tidak didampingi pengacara.
Terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo menanggapi eksepsi yang diajukan kuasa hukum terdakwa. Pihaknya, masih akan mencermati lagi eksepsi itu. Karena isinya cukup panjang, maka pihaknya membutuhkan waktu untuk menyusunnya supaya cermat dan lengkap.
“Eksepsi masih belum masih  ke pokok perkara, selanjutnya akan ada sidang dengan agenda tanggapan eksepsi itu,”ungkapnya. 
Sementara itu, kasus yang menjerat terdakwa Zunaidi terjadi pada Januari lalu. Saat itu, Zunaidi menjadi perawatan Rumah Sakit NH yang merawat korban WY. Zunaidi diduga melakukan pelecahan terhadap WY saat korban usai melakukan operasi.(yua/no) 

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia