Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
Debat Publik I Pilgub Jatim 2018

Seru, Adu Program untuk Menyejahteraan Rakyat

11 April 2018, 12: 30: 26 WIB | editor : Wijayanto

PAPARKAN PROGRAM: Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno saat mengikuti Debat Publik Pilgub Jawa Timur 2018 di Dyandra Convex, Selasa (10/4).

PAPARKAN PROGRAM: Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno saat mengikuti Debat Publik Pilgub Jawa Timur 2018 di Dyandra Convex, Selasa (10/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Debat publik  calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) Jatim untuk pertama kali diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, di Dyandra Convention Center, Selasa (10/4) malam. Dua kandidat cagub dan cawagub Jatim menyampaikan sejumlah program dengan tema kesejahteraan rakyat.
Suasana meriah dari masing-masing pendukung sudah terlihat sejak di depan Dyandra Convention Center. Baik itu massa pendukung cagub-cawagub nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak dan pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Kedatangan pasangan yang semuanya kompak mengenakan baju warna putih di panggung utama debat membuat suasana semakin ramai dengan yel-yel.
Di sesi pertama, masing-masing paslon diberi kesempatan oleh moderator Alfito Deannova Gintings dan Anisha Dasuki untuk menyampaikan programnya terkait kesejahteraan rakyat. Dalam kesempatan tersebut Khofifah Indar Parawansa diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan programnya. Mantan menteri sosial tersebut mengungkapkan, membangun budaya dan peradaban bangsa khususnya di Jatim sangat penting. Jatim membutuhkan pemimpin dan pemerintah serta rakyat yang kuat.
"Karena itu jangan sampai rakyat miskin bodoh dan sakit. Karena itu kami ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Khofifah.
Di sisi lain, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan, programnya akan muwujudkan perubahan berkelanjutan. Pemerintah dan rakyat akan bergerak bersama untuk mengentaskan kemiskinan.
"Anak dan lansia menjadi salah satu prioritas kita. Pemerintah yang kuat dan bersih akan kita wujudkan untuk kemakmuran," ucap Gus Ipul.
Di sesi kedua, dua paslon diwajibkan menjawab soal dari empat panelis. Yakni, Nunuk Nuswardani (akademisi Universitas Trunojoyo Madura), Abdul Chalik (akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya), Fauzan (akademisi Universitas Muhammadiyah Malang) dan Lutfi Kurniawan (aktivis).
Pertanyaan pertama soal Madrasah Diniyah tentang fasilitas minim menjadi perdebatan yang harus dijawab setiap paslon. Gus Ipul mengungkapkan, keberpihakan terhadap penambahan fasilitas di Madrasah Diniyah terus dilakukan. Termasuk menambah Bosda dan insentif.
"Madrasah Diniyah untuk menambah pendidikan agama, penanaman aqidah dan idelologi serta pendidikan karakter," ujarnya.
Puti menambahkan, perbaikan infrastruktur menjadi salah satu target dalam programnya. Karena itu, nantinya pemberian beasiswa terhadap santri ke luar negeri juga akan dilakukan untuk peningkatan SDM. "Madrasah Diniyah jadi fokus kami ke depan," terangnya.
Khofifah Indar Parawansa menyebut, BOS maupun Bosda harus sinergi dalam meningkatkan Madrasah Diniyah. Peran pemerintah sangat penting untuk mengontrol dan mengawasi tumbuh kembang santri. "Madrasah Diniyah menjadi wadah untuk mengembangkan SDM yang handal," ucapnya.
Dalam pertanyaan kedua tentang tenaga kerja di Jatim, Khofifah ingin meningkatkan skill SDM di Jatim. Sehingga meski menjadi TKI namun memiliki skill yang mumpuni. Sehingga, saat mencari nafkah di luar negeri tetap memiliki kemampuan yang handal.
Emil menambahkan, pengawasan terhadap TKI ke luar negeri harus dilakukan. Karena itu di Jatim perlu penambahan institusi pengawasan agar tenaga kerja di Jatim bisa bermanfaat.
"Contohnya di Korea mereka butuh banyak tenaga kerja dan skill yang harus dipenuhi oleh SDM di jatim," terangnya.
Sementara itu, Gus Ipul mengatakan, skill dan kualitas SDM di Jatim harus ditingkatkan. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) di Jatim maka SDM di Jatim harus bisa meningkat kualitasnya.
“Jangan asal jadi TKI tanpa kemampuan dan skill tinggi," jelasnya.
Puti menambahkan, penguatan di tingkat SMK akan membuat lulusan SMK siap kerja. Karena itu pihaknya akan mendorong kualitas SMK di Jatim lebih baik. "SMK dan BLK diperkuat untuk kualitas SDM lebih maju di kawasan Jatim," ucapnya. (vga/rud)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia