Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ungkap Ganja 8,5 Kg Jaringan Lapas Porong

07 April 2018, 16: 14: 30 WIB | editor : Lambertus Hurek

Tersangka IB diamankan di Polresta Sidoarjo.

Tersangka IB diamankan di Polresta Sidoarjo. (satria nugraha/radar sidoarjo)

Share this      

Polisi akhirnya mengungkap kasus penangkapan tersangka dengan inisial IB, warga Candi. Pria dengan inisial IB yang diamankan sejak Selasa (27/3) lalu sekitar pukul 17.00 itu adalah Ilman Barori, warga Desa Durungbedug RW 5, Kecamatan Candi. Dia diamankan karena mengambil paket di salah satu ekspedisi di Jalan Raya Juanda yang ternyata berisi ganja. 

Minggu (1/4), Polresta Sidoarjo mempertontonkan barang bukti ganja 8,522 kilogram dan tersangka itu. Dalam paketan yang diambil tersangka tersebut, nampak ada tulisan yang tujuannya langsung ke tersangka. Namun dari hasil penyelidikan, tersangka ini hanya disuruh oleh seseorang yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan, dari keterangan tersangka diketahui jika ia sudah tiga kali melakukan transaksi tersebut. “Namun saat mengambil kiriman yang ketiga ini, ia ditangkap personel Satresnarkoba Polresta Sidoarjo,” katanya. 

Polisi pun lantas melakukan penyelidikan. Hasilnya ada seseorang yang diduga menyuruh tersangka untuk mengambil dan mengedarkan ganja tersebut. “Tersangka mendapat perintah dari seseorang untuk mengambilnya. Pengiriman ini diduga dikendalikan oleh seorang napi di Lapas Porong berinisial N,” katanya.

Setiap pengambilan ganja, tersangka mendapat bayaran Rp 2 juta. Keuntungan tersebut belum termasuk keuntungan jika tersangka mengedarkannya sendiri. Setiap satu kilonya ia bisa menjual Rp 5-6 juta. 

Mengenai harga pemesanan ganja dari Medan ini, tersangka tidak tahu menahu. “Meskipun resi pengirimannya atas nama tersangka namun ia menyatakan tidak tahu asal barang tersebut. Ia hanya mengaku yang memesan adalah N. Kita sempat melakukan penyelidikan namun terhenti karena N mengaku tidak tahu menahu,” katanya.

Lebih lanjut Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan pemesanan tersebut dipaketkan pada 25 Maret 2018, kemudian pada 26 Maret ini dikirimkan via kantor pos dengan pengiriman khusus kilat. Sore harinya, pada tanggal 26 Maret paketan sudah datang.

Mendeteksi adanya peredaran narkoba, Personel Satresnarkoba Polresta Sidoarjo sudah sempat menyanggong di lokasi namun tidak menemukan tersangka. Baru pada tanggal 27 Maret tersangka mengambil sendiri. “Saat itu baru tersangka kami amankan beserta barang buktinya,” katanya.

Himawan menambahi Sidoarjo ini menjadi salah satu tempat transit barang karena bandara berada di wilayah Sidoarjo ini. Barang-barang tersebut juga biasanya dikirim ke tempat lain, hanya saja melalui Sidoarjo dulu. Ganja kali ini memang berbeda dengan yang biasa diamankan. Biasanya berbentuk kotak namun yang ini lonjong. (gun/jee) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia