Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Jelang Ramadan, Pasokan Bawang Merah Dipastikan Aman

07 April 2018, 14: 50: 34 WIB | editor : Wijayanto

PENYESUAIAN HARGA: Seorang pedagang di Pasar Pabean memilah bawang merah untuk dijual ke konsumen, Jumat (6/4).

PENYESUAIAN HARGA: Seorang pedagang di Pasar Pabean memilah bawang merah untuk dijual ke konsumen, Jumat (6/4). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ketersediaan bawang merah di Jawa Timur menjelang Ramadan tahun ini dipastikan aman. Selain itu, hingga Lebaran nanti pasokan bawang merah diprediksi tetap terpenuhi, harganya juga terkendali. 
Hal ini disampaikan oleh Akat, Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Jawa Timur, di Surabaya, Jumat (6/4). Menurut dia, pasokan bawang merah saat ini masih terus mengalir. Hal ini dikarenakan telah dilakukan perluasan lahan tanam bawang merah di sejumlah daerah di wilayah Jawa Timur, seperti Bojonegoro, Nganjuk, Probolinggo, dan Ponorogo.
“Saat ini tidak ada aksi tunda jual. Sekarang sudah action penanaman. Harapan kami, tidak ada kendala budi daya,’’ kata dia.
Akat menjelaskan, sejak akhir Maret lalu sudah dilakukan perluasan lahan tanam. Saat ini juga sudah ada tanaman yang memasuki usia 25 hari dan 15 hari. Menurutnya, usia tanaman di berbagai wilayah bervariasi. Ada yang 15 hari, 25 hari, dan ada juga yang baru tanam. Dalam sepekan ini, panen akan terjadi di beberapa tempat.
“Jadi, pasokan bakal mengalir. Luasan tanam juga ditambah untuk mengatasi ketersediaan,’’ ujarnya.
Akat mengatakan, saat ini harga bawang merah mencapai Rp 15 ribu-16 ribu per kilogram untuk bawang merah kategori sedang. Bawang merah kategori premium dijual sekitar Rp 18 ribu per kilogram. Pada saat Ramadan nanti, pihaknya memperkirakan harga bawang merah mencapai Rp 20 ribu–25 ribu per kilogram. Meski begitu, harga juga bergantung pada keberhasilan budi daya dan faktor cuaca.
 “Bisa jadi tidak sampai harga itu. Karena dibanding yang sudah panen, secara alam saat ini lebih baik,’’ ungkapnya.
Akat menambahkan, terdapat beberapa daerah pertanian bawang merah seperti Bojonegoro, Nganjuk, Probolinggo, dan Ponorogo. Kawasan Nganjuk dan Probolinggo berkontribusi cukup besar terhadap pasokan bawang merah. Yakni, mencapai 40 persen. Selebihnya dari sentra pengembangan bawang merah lainnya di Jawa Timur.
Untuk konsumsi bawang merah sendiri, pembeli cenderung memilih dari segi ukuran dan warna. Dan konsumsi akan bawang merah saat ini, dikatakan oleh Akat masih terus mengalir. Namun, Akat menyatakan, menjelang puasa konsumsi bawang merah diprediksi akan mengalami kenaikan mencapai 10-15 persen. Namun, bisa jadi tidak sampai segitu harganya. Asalkan keberhasilan panen atau budidaya bawang merah di sejumlah daerah bagus, maka harga pun dapat terkendali.
 “Kenaikan konsumsi ini pasti juga akan berimbas dengan harga bawang merah di pasaran,” tandas dia. (cin/hen)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia