Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Ajak Tanamkan Kejujuran ke Siswa

Minta Jaminan Kepsek Tak Ada Soal UNBK Bocor

07 April 2018, 14: 27: 58 WIB | editor : Wijayanto

BERI MOTIVASI:  Menjelang pelaksanaan UNBK, kepala sekolah SD dan SMP se-Surabaya dikumpulkan di Graha Sawunggaling lantai 6, Jumat (6/4).

BERI MOTIVASI: Menjelang pelaksanaan UNBK, kepala sekolah SD dan SMP se-Surabaya dikumpulkan di Graha Sawunggaling lantai 6, Jumat (6/4). (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SD/SMP se-Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengumpulkan kepala sekolah SD/SMP se-Surabaya untuk diberi wejangan sekaligus penandatanganan pakta integritas. Acara yang digelar di Graha Sawunggaling lantai 6, Jumat (6/4).
Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Risma ini, menuturkan kepada seluruh kepala sekolah bahwa yang terpenting dalam pelaksanaan UNBK adalah menanamkan kejujuran kepada anak-anak Surabaya. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada soal ujian yang bocor di Surabaya.
Karena itu, Risma meminta kepada kepala sekolah untuk memastikan bahwa tidak ada soal ujian yang bocor. “Yakinkan pada siswa untuk percaya diri,” kata Risma.
Wali kota perempuan pertama Kota Surabaya ini menambahkan, selama ujian berlangsung pemkot akan menyiapkan 10 genset bagi sekolah-sekolah yang mengalami masalah saat menggelar UNBK. “Akan disiapkan di beberapa sekolah jika ada trouble dan akan langsung diluncurkan,” tegas dia.
Sementara itu, Komisi D DPRD Surabaya siap mengawal pelaksanaan UNBK SD/SMP se-Surabaya. Monitoring tersebut dilakukan di sejumlah sekolah yang baru melaksanakan ujian dengan peralatan komputer baru yang diberikan melalui anggaran APBD Surabaya.
Ketua Komisi D Agustin Poliana mengatakan, nantinya dalam pelaksanaan UNBK pihaknya akan mengawasi di sejumlah sekolah di Surabaya. Harapannya tidak ada gangguan maupun kendala selama pelaksanaan UNBK. “Kami ingin pelaksanaan lancar dan bisa berlangsung aman,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, sarana prasarana penunjang UNBK harus dilengkapi. Termasuk juga server dan genset sebagai penunjang komputer agar tetap berfungsi saat pelaksanaan UNBK. “Jangan sampai trouble saat sedang digunakan akan merusak konsentrasi siswa,” jelasnya.  (vga/hen)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia