Sabtu, 20 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Batik Perlu Dijaga Sebagai Identitas Bangsa

Jumat, 06 Apr 2018 16:13 | editor : Abdul Rozack

LUWES: Peragaan busana batik di acara Semiloka Batik di Meeting Room Graha Wiyata Untag Surabaya.

LUWES: Peragaan busana batik di acara Semiloka Batik di Meeting Room Graha Wiyata Untag Surabaya. (Ginanjar Elyas Saputra/Radar Surabaya)

SURABAYA – Untuk mengenalkan seni batik kepada mahasiswa, Ikatan Wanita Untag Surabaya (Iwata) mengadakan Semiloka Batik yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta Kamis, (5/4).

Kegiatan untuk menyambut peringatan Hari Kartini, bertema Dari Ibu untuk Negeri ini dilaksanakan di Meeting Room Graha Wiyata Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya. 

“Kain bermotif batik itu saat ini banyak sekali gempuran dari luar, maka dari itu, ini sebagai bentuk bagian dari sosialisasi. Kita sosialisasikan mulai dari ragam jenis batik, hingga peragaanya,” kata Nuniek Silalahi, ketua Himpunan Ratna Busana Jawa Timur di sela-sela seminar.

Dalam seminar tersebut, juga memperagakan beberapa kain batik, di antaranya terdapat, batik teyeng, batik tulis, batik cap, batik Lasem, dan masih banyak lainnya.

Tak hanya mengenalkan seni batik baru yang memiliki brand batik teyeng, Semiloka Batik juga memaparkan makna dari tradisi batik gendongan. Seperti yang dikatakan oleh Lintu Sulistyantoro Dosen Fakultas Seni dan Desain Universitas Kriten Petra (UKP) dalam seminar tersebut.

Ia mengatakan, tradisi gendongan Jawa memiliki dua jenis yaitu gendongan bayi dan gedongan barang. 

Sedangkan untuk gendongan bayi berbahan kain batik biasa, dan kain yang di gunakan untuk gendongan barang berbahan dari kain tenun. “Gendongan bayi ini sebetulnya memiliki makna agar bayi tidak rewel dan diharapkan bisa tumbuh dengan baik untuk ke depannya,” jelas Lintu.

Lintu juga mengatakan, sudah saatnya batik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan masyarakat, batik seharusnya juga bisa dihargai oleh bangsanya sendiri. Semakin berkembangnya zaman dan teknologi saat ini memberikan kemudahan bagi proses pengerjaan batik. “Jangan lupa batik itu tidak cukup dengan hanya sekadar dilestarikan saja, tetapi juga harus dijaga sebagai identitas bangsa ini," imbuhnya.

Batik juga bisa digunakan sebagai bentuk pendidikan. Pasalnya di zaman seperti ini generasi muda juga harus mengenal lebih dalam mengenai batik. Dan turut serta melestarikan keberadaan batik sebagai bagian dari warisan bangsa ini.

Di akhir acara juga terdapat penandatanganan komitmen bersama peserta Semiloka Batik yang berisi di antaranya, mendukung batik sebagai warisan keluhuran budaya dan identitas bangsa Indonesia, mendukung segala upaya untuk penigkatan kreatifitas dan pengakuan terhadap keanekaragaman karya cipta seniman Batik Indonesia, Mendorong segala upaya kerjasama untuk meningkatkan peran batik yang merupakan hasil interaksi antar budaya, cerminan rasa toleransi serta persaudaraan antar bangsa, dan masih banyak lainnya. (gin/no)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia