Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Partisipasi Balita yang Ikut Posyandu Masih Kurang 15,88 Persen

27 Maret 2018, 16: 12: 07 WIB | editor : Wijayanto

STIMULASI: Sejumlah ibu-ibu mendapatkan pelatihan dari kader posyandu tentang bagaimana cara memijat bayi, dalam Posyandu Fair yang digelar di Convention Hall Surabaya, Senin (26/3).

STIMULASI: Sejumlah ibu-ibu mendapatkan pelatihan dari kader posyandu tentang bagaimana cara memijat bayi, dalam Posyandu Fair yang digelar di Convention Hall Surabaya, Senin (26/3). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Partisipasi anak di bawah lima tahun (balita) yang mengikuti kegatan posyandu di Surabaya masih kurang 15,88 persen dari yang ditargetkan. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyebutkan, di tahun 2017, sebanyak 84,12 persen dari 213. 590 balita melakukan penimbangan di posyandu. Hal ini tentu saja disebabkan oleh peran orang tua yang kurang aktif untuk membawa anak ke posyandu. Padahal semua orang tahu posyandu penting untuk memantau tumbuh kembang dan status gizi balita.
Oleh karena itu, berangkat dari inisiasi Dinkes Surabaya bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia menyelenggarakan acara Posyandu Fair 2018 di Gedung Convention Hall Jalan Arief Rahman Hakim, Senin( 26/3). Harapannya, dengan adanya acara ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kaum ibu untuk mengikuti posyandu.
“Ini merupakan kali keempat kami mengadakan Posyandu Fair untuk mengenalkan posyandu lebih dekat, khususnya kepada orang tua,” ujar Agni Rahardyanti selaku penanggung jawab Posyandu Fair 2018. 
Dalam acara yang terbagi tiga sesi ini, selain diisi dengan acara seremonial, orang tua juga bisa melakukan konseling seputar posyandu dan pola pengasuhan anak. Disediakan juga booth-booth yang dikelompokkan kedalam kategori usia sebagai ajang bermain dan bounding antara orang tua dan anak.
“Jadi ada tiga kegiatan inti di Posyandu Fair ini, yakni posyandu live, dimana orang tua bisa melakukan serangkaian proses posyandu pada petugas yang standby di Posyandu Fair. Juga ada booth-booth bermain anak dan pelatihan, seperti pijat bayi dan motivasi-motivasi untuk orang tua terkait ASI (air susu ibu) eksklusif dan pembuatan makanan sehat untuk bayi,” imbuhnya.
Acara Posyandu Fair 2018 ini mengambil tema “Anak sehat, aktif, dan gembira bersama keluarga” .Posyandu Fair ini diikuti oleh 700 peserta yang datang dari desa Tambakrejo dan Simolawang, dan dikhususkan kepada balita usia 1 – 3 tahun. Hadir juga kader posyandu dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam berbagai kegiatan partisipatif. Dalam acara ini juga dikampanyekan dua hal, yaitu Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas yang disampaikan oleh pihak Dinkes Surabaya. Para peserta juga diimbau mengenai pentingnya akta kelahiran untuk anak. (is/nur)

TIMBANG BADAN: Seorang kader posyandu menimbang balita dengan disaksikan orangtuanya untuk mengetahui tumbuh kembang anak.

TIMBANG BADAN: Seorang kader posyandu menimbang balita dengan disaksikan orangtuanya untuk mengetahui tumbuh kembang anak. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia