Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Permintaan Desain Interior Disokong Pertumbuhan Properti

27 Maret 2018, 15: 57: 02 WIB | editor : Wijayanto

BERKEMBANG: Pengunjung melihat produk furniture untuk mendukung keindahan desain interior di salah satu gerai di Tunjungan Plaza 6. Permintaan desain interior setiap tahunnya mengalami pertumbuhan yang signifikan

BERKEMBANG: Pengunjung melihat produk furniture untuk mendukung keindahan desain interior di salah satu gerai di Tunjungan Plaza 6. Permintaan desain interior setiap tahunnya mengalami pertumbuhan yang signifikan (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kalangan pelaku desain interior di Jawa Timur menyatakan industri desain interior setiap tahunnya mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan. Salah sau pemicu utamanya adalah meningkatnya pertumbuhan di industri properti. Selain itu, masyarakat di provinsi ini sudah banyak yang menyadari akan pentingnya desain interior bagi tempat tinggalnya.
Demikian diungkapkan Niken Rarasrini, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jatim, di Surabaya, Senin (26/3). Menurut dia, saat ini rata-rata dari 10 klien yang membuat properti, baik rumah, apartemen, dan kantor, delapan di antaranya sudah memanfaatkan jasa desainer interior untuk penataan ruang dalamnya.
“Permintaan jasa desain interior semakin bagus sehingga prospeknya baik sekali. Apalagi, targetnya mengedukasi masyarakat untuk paham estetika lingkungan dalam bangunan," terangnya.
Niken menambahkan, permintaan jasa desain interior didominasi oleh proyek industri perumahan dan properti. Sisanya, dikontribusi oleh proyek-proyek bangunan hotel, perkantoran atau sarana bisnis dan pusat perbelanjaan, dan sekedar merenovasi rumah.
“Secara nasional dari segi permintaan jasa desain, Jatim masih peringkat ketiga setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat," ujar dia.
Nikan mengatakan, tahun ini tren desain interior yang diminati oleh masyarakat saat ini kembali pada bentukan atau gaya semi klasik. Alasanya, masyarakat saat ini sudah mulai jenuh dengan gaya minimalis.
“Kalau sebelumnya kan tren desain interior itu lebih kepada model yang minimalis, tapi sekarang booming yang ada unsur klasik," jelasnya.
Adapun saat ini, lanjut Niken, HDII memiliki sekitar 102 orang anggota desainer interior profesional. Dari jumlah tersebut, 90 persen di antaranya merupakan desainer lokal, dan sisanya dari mancanegara.
 “Persaingan semakin ketat, bahkan persaingan baru bukan hanya di lokal tapi juga di luar negeri. Oleh karena itu kita terus mengembangkan tenaga professional dalam negeri,” kata Niken. (cin/hen)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia