Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Hari Ini Diujicoba untuk Evaluasi Rekayasa Lalu Lintas

Jembatan Ujung Galuh

27 Maret 2018, 11: 41: 00 WIB | editor : Wijayanto

SIAP DIFUNGSIKAN: Pekerja menyelesaikan pengecatan marka di Jembatan Ujung Galuh, Senin (26/3). Mulai hari ini, Selasa (27/3) jembatan ini mulai diujicobakan selama tujuh hari kedepan.

SIAP DIFUNGSIKAN: Pekerja menyelesaikan pengecatan marka di Jembatan Ujung Galuh, Senin (26/3). Mulai hari ini, Selasa (27/3) jembatan ini mulai diujicobakan selama tujuh hari kedepan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Jembatan Ujung Galuh yang berada di kawasan Jalan Bengawan rencananya hari ini (27/3) akan diujicoba. Jembatan yang dibangun menggunakan anggaran corporate social responsibility (CSR) akan mulai dibuka untuk kendaraan pada pukul 09.00.
Kepala Dinas Pehubungan Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, rencana uji coba tersebut dilakukan setelah pengerjaan jembatan tersebut rampung. Proses pengerjaan fisik jembatan yang pada awalnya lebih dikenal dengan nama jembatan Ratna itu sudah tuntas. “Pengerjaan fisik sudah oke, saat ini sedang finishing rambu-rambu lalu lintas,” katanya, Senin (26/3).
Irvan mengungkapkan, saat ini pengecatan marka dan perbaikan traffic light sedang dilakukan. Pengerjaan yang ditargetkan selesai pada Senin malam tersebut akan langsung ditindaklanjuti dengan pembukaan ruas jalan menuju jembatan Ujung Galuh. “Sebelumnya ada separator yang menutup ruas jalan, nanti akan kita buka,” terangnya.
Uji coba tersebut, imbuhnya, akan dilakukan selama tujuh hari. Dalam jangka waktu sepekan itu nantinya ada evaluasi terkait rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan. Rekayasa lalu lintas secara paten akan diterapkan sesuai dengan kondisi jalan selama uji coba dilakukan.
    Dia menambahkan, Dishub Surabaya akan menerjunkan sekitar 50 petugas dibantu dari Satlantas Polrestabes Surabaya beserta instansi terkait. Petugas akan berada di titik jalan untuk membantu para pengguna jalan menggunakan jalan menuju jembatan Ujung Galuh. “Rekayasa bisa berubah nantinya jika pengaturan yang awalnya diterapkan kurang berfungsi,” jelasnya.
Irvan menjamin selama uji coba tidak ada penindakan apapun jika terjadi kesalahan jalur dari pengguna jalan. Efektif penerapan sosialisasi rambu dilakukan selama sebulan. “Kita lihat kondisi di lapangan dengan dibukanya jembatan Ujung Galuh,” ujarnya.
Dishub Surabaya telah merancang rekayasa jalan terkait penggunaan jembatan Ujung Galuh. Yakni jembatan lama Ngangel BAT tetap menjadi dua arah dari barat dan timur. Sedangakn jembatan Ujung Galuh akan menjadi satu arah dari timur ke barat.
Rekayasa lalu lintas tersebut juga dibagi dalam dua segmen. Segmen pertama yakni terkait rekayasa lalu lintas di jembatan Ujung Galuh dan BAT. Juga perubahan arus lalu lintas pada ruas Jalan Darmokali, Jalan Bengawan, hingga Ngangel. Sedangkan untuk segmen kedua, pembukaan Jalan Darmo dan Jalan Kapuas. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia