Kamis, 15 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Malam Ini, 60 Menit Suroboyo Petheng

Sabtu, 24 Mar 2018 08:23 | editor : Abdul Rozack

60 Menit Suroboyo Petheng

60 Menit Suroboyo Petheng (grafis: Fajar)

Suasana Kota Surabaya akan menjadi gelap gulita malam ini pukul 20.30-21.30, Sabtu (24/3). Hal ini tak lepas dari aksi komunitas Earth Hour (EH) Surabaya yang bekerja sama dengan berbagai instansi untuk mematikan lampu selama 60 menit.

Ginanjar Elyas Saputra - Wartawan Radar Surabaya  

Suroboyo Petheng, menjadi tema yang diusung untuk memperingati EH di  Surabaya. EH adalah salah salah satu kampanye global World Wide Fund for Nature (WWF) yang mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut peduli terhadap perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia, salah satu aksinya dengan mematikan lampu.  

Earth Hour atau dalam bahasa Indonesia jam bumi merupakan kegiatan global yang diadakan oleh WWF pada Sabtu terakhir dibulan Maret. Kegiatan untuk pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. 

Di Surabaya, sebagian gedung perkantoran, instansi pemerintahan, hingga hotel dan kafe ikut turut serta mematikan lampu. Rencananya aksi serentak mematikan lampu ini berlangsung pada pukul 20.30-21.30 WIB. 

“Aksi ini tidak hanya melibatkan gedung-gedung perkantoran saja tetapi juga beberapa komunitas se-Surabaya,” ujar Adriani Valianda Tobing, selaku Koordinator Kota Komunitas Earth Hour Surabaya, Jumat (23/3).

Diantara komunitas yang ikut serta yakni duta Earth Hour 2018 sekaligus Cak Dan Ning, Vloger, dan Finalis Puteri Muslimah Indoenesia 2017.  Dia menambahkan Komunitas Earth Hour tidak hanya mengenal Surabaya sebagai kota metropolitan saja, tetapi juga kota yang peduli kepada lingkungan. 

“Acara ini tidak hanya mengkampanyekan selama 60 menit saja, tetapi juga sebagai kampanye berkelanjutan akan kesadaran masyarakat mengenai hemat energy,” terangnya.   

Seperti diketahui, EH Surabaya adalah bagian dari Earth Hour Indonesia yang terbentuk pada tahun 2011. Tidak hanya fokus pada aksi switch off, EH Surabaya juga berkomitmen untuk hijaukan hutan Surabaya melalui konservasi mangrove di Wonorejo dengan total hingga saat ini sudah melakukan penanaman 2000 bibit mangrove.

Switch Off 2018 berangkat dari tema Suroboyo Petheng ini bermakna Surabaya Gelap. Aksi tahunan ini bertujuan untuk mengawali perubahan gaya hidup hemat energi serta mengajak masyarakat untuk lebih bijak lagi menggunakan energi.

“Rasa kepedulian serta kekhawatiran terhadap perubahan iklim di dunia membuat Komunitas Earth Hour berusaha mengkampanyekan gaya hidup hemat energy pada setiap masyarakat luas,” tegasnya. 

Dengan demikian konsep acara ini mengajak masyarakat Surabaya turut serta dalam aksi Switch Off 2018.  Adriani menambahkan upaya seperti ini tidak hanya berhenti sampai di peringatan Earth Hour 2018 saja, tetapi ia bersama komunitasnya akan terus melakukan kampanye di lokasi lokasi lainnya, seperti di CFD, Kampung-kampung, dan sekolah di Surabaya. 

“Sebenernya ini sederhana tetapi bisa di lakukan setiap hari, kita memang pada awalnya menyasar pada masyarakat. Tetapi kami juga menggandeng komunitas komunitas lain dan mengajak untuk berkampanye sekaligus kolaborasi,” pungkasnya. (*/rud)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia