Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Percepat Realisasi JLLB, Ajak Pelindo III dan Pengelola Jalan Tol

Jumat, 23 Mar 2018 14:30 | editor : Wijayanto

TERUS DIKEBUT: Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) sepanjang 18 kilometer terus dikebut pengerjaannya oleh Pemkot Surabaya. Penyelesaian pembangunan jalan ini akan memicu perkembangan investasi, khususnya di sektor properti.

TERUS DIKEBUT: Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) sepanjang 18 kilometer terus dikebut pengerjaannya oleh Pemkot Surabaya. Penyelesaian pembangunan jalan ini akan memicu perkembangan investasi, khususnya di sektor properti. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Meski dinilai lebih lambat progresnya dibandingkan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT), namun Pemkot Surabaya optimistis jika Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) bisa tereleasi dengan cepat. Pencapaian progress tersebut juga mengajak pihak lain di antaranya PT Pelindo dan pengelola jalan tol untuk ikut menyelesaikan jalan sepanjang 18 kilometer tersebut.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, jalan yang menghubungkan Lakarsantri hingga Romokalisari itu bisa segera diselesaikan dan ditargetkan akan rampung secepatnya. Anggaran senilai Rp 50 miliar disiapkan untuk progress pembebasan lahan dan pembangunan fisik. “Perlahan tapi pasti akan kami selesaikan,” kata Agus kepada Radar Surabaya, Kamis (22/3).
Sementara itu, untuk anggaran Rp 50 miliar tersebut juga untuk membebaskan 310 persil dari 450 total persil yang ada untuk JLLB. Selain pembebasan lahan, juga pengerjaan jalan yang beberapa di antaranya sudah bisa dilakukan
Agus mengungkapkan, menggandengn PT Pelindo dan pengelola jalan tol memang akan membantu progress JLLB. Untuk pengelola jalan tol nantinya membuat bunderan sebagai akses masuk jalan tol ke JLLB. Lahan, anggaran, dan pengerjaannya akan diserahkan sepenuhnya ke pengelola jalan tol. “Sudah disetujui dan hal tersebut sangat positif untuk progress JLLB,” ujarnya.
Sedangkan PT Pelindo, imbuhnya, nantinya juga akan mendukung karena akses ke Teluk Lamong. Selain itu untuk pihak swasta yang mayoritas pengembang juga diharapkan bisa menyelesaiakan pengaspalan jalan. JLLB juga akan memudahkan akses di kawasan barat termasuk akses ke stadion Gelora Bung Tomo.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati menambahkan, setiap tahunnya pembebasan lahan dan pengerjakan fisik untuk JLLB terus dilakukan. Dari anggaran yang dikucurkan, dinasnya manargetkan untuk penyerapan anggaran secara maksimal. “Pembebasan lahan kadang terhambat sehingga penyerapan anggaran kurang maksimal,” kata Erna. (vga/hen)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia