Sabtu, 17 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

BMKG Ingatkan Waspada Puting Beliung di Bulan Maret-April

Jumat, 23 Mar 2018 14:14 | editor : Wijayanto

PANTAUAN CUACA: Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Surabaya, Zem I Padama menunjukkan kondisi cuaca hasil pengamatan satelit, di kantornya,  Kamis (22/3).

PANTAUAN CUACA: Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Surabaya, Zem I Padama menunjukkan kondisi cuaca hasil pengamatan satelit, di kantornya, Kamis (22/3). (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Surabaya - Pada bulan Maret hingga April ini, Indonesia sedang berada di musim pancaroba atau masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Di musim ini, hujan dengan intensitas tinggi masih kerap terjadi, namun suatu ketika juga suhu udara terasa sangat panas. 
“Akan ada banyak hujan dengan intensitas tinggi yang disertai dengan angin dan petir, namun juga terkadang (suhunya) panas sekali,” ujar Zem I Padama, Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Surabaya, Kamis (22/3).
Menurut Zem, yang perlu diwaspadai dari perubahan cuaca ini adalah adanya potensi angin puting beliung yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Angin putting beliung terjadi karena adanya manivestasi dari awan komulunimbus yang bertemu dengan angin kencang dan petir sehingga menimbulkan turbulensi yang dinamai angin puting beliung.
Zem menambahkan, belum ada data yang pasti bahwa angin puting beliung akan mengenai daerah tertentu. Tapi, dia juga berpesan agar masyarakat selalu waspada, khususnya di daerah-daerah yang beberapa kali terdampak puting beliung seperti Siidoarjo dan Surabaya barat.
“Kami imbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap adanya potensi angin puting beliung, juga adanya petir. Apalagi, di daerah Surabaya barat dan Sidoarjo yang rekam jejaknya sering terdampak,” ujarnya. 
Selain puting beliung dan angin kencang, perubahan ini juga berdampak pada kenaikan gelombang air laut. Menurut data yang dihimpun dari BMKG, ketinggian air laut bias mencapai 2,5 meter. Sehingga para nelayan patut waspada terhad dampak yang ditimbulkan. “Dampaknya juga ke kenaikan gelombang, jadi saya himbau di bulan ini agar para nelayan juga tetap berhati-hati,”imbuhnya. 
Sementara  musim kemarau di Surabaya  akan jatuh di bulan Mei mendatang. Ini satu bulan lebih lambat dari provinsi tetangga, Nusa Tenggara Timur yang telah memasuki musim kemarau di bulan April depan. “ Di Nusa Tenggara Timur, musim kemarau masuk di bulan April, sementara untuk Indonesia khususnya di kota Surabaya akan masuk di bulan Mei mendatang,” pungkasnya. (is/no)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia