Senin, 19 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Biar Tenang Dikasih Kue Putu

Panik, HP Turis Singapura Tertinggal di Taksi Online, Akhirnya Lega...

Senin, 19 Mar 2018 09:34 | editor : Abdul Rozack

LEGA HP-NYA KEMBALI: Irene (kiri) bersama Boby dan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin.

LEGA HP-NYA KEMBALI: Irene (kiri) bersama Boby dan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin. (istimewa)

SURABAYA–Irene,44, terlihat tergopoh-gopoh saat mendatangi Polsek Tegalsari Sabtu malam (17/3). Dengan menggunakan bahasa Inggris, warga negara Singapura tersebut mencoba menceritakan apa yang dialaminya, namun hal itu tak mudah bagi Irene lantaran sejumlah anggota juga terlalu paham dengan maksud kedatangan Irene ke Mapolsek. 

Kedatangan Irene untuk melaporkan jika hanpdhone (HP) miliknya tertinggal di mobil taksi online yang sebelumnya ia tumpangi. Dia meminta polisi untuk membantu menemukan HP yang ia pegang satu-satunya. Maksud Irene tersebut tersampaikan setelah Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin bertanya kepada Irene, dengan bahasa Inggris tentunya. 

Setelah mengetahui permasalahannya, Abidin meminta Irene untuk duduk dan menceritakan bagaimana kronologis HP-nya tertinggal itu. Menurut Irene, dia menggunakan jasa taksi online untuk mengantarnya ke sejumlah tempat bersejarah di Surabaya. Namun saat turun, ia baru sadar jika HP-nya tertinggal. 

“Korban ini panik, sebab dia harus ikut rombongan ke Bromo. Nah HP itu adalah satu-satunya alat komunikasinya,” ungkap Iptu Abidin.

Kemudian, Abidin meminta Irene untuk mengingat nomor HP-nya dan nopol taksi online yang ia tumpangi sebelumnya. Irene mengingatnya dengan jelas. Namun setelah dihubungi beberapa kali dengan HP milik Abidin, tak ada jawaban dari pengemudi taksi itu. 

"Saya kemudian mengirim sms ke HP korban, agar sang sopir membawa HP itu ke Mapolsek Tegalsari," imbuhnya. 

Beberapa lama tidak ada jawaban SMS, semakin membuat Irene kebingungan. Dia mondar-mandir keluar masuk mapolsek. Sesekali ia berdiri, sesekali ia duduk. Melihat Irene panik, Iptu Abidin akhirnya menghentikan tukang putu yang saat itu melintas di depan mapolsek.

“Saya meminta agar dia tenang dan mencicipi makanan tradisional yang saya kenalkan,” imbuh Abidin. Irene pun mencicipi beberapa putu itu.  

Tak beberepa lama kemudian, seorang pria bernama Boby masuk ke mapolsek dan mencari Abidin. Boby menyampaikan, bahwa dialah pengemudi taksi online yang ditumpangi Irene tadi. HP itu kemudian diberikan kepada Irene. 

Sontak, wajah Irene langsung sumringah. Berulang kali dia ucapkan terima kasih kepada Abidin dan semua anggota polisi di Mapolsek Tegalsari saat itu.

" Polisi Surabaya sangat tanggap, terima kasih banyak atas bantuannya,” ungkap Irene dalam bahasa Inggris sambil membungkukkan badan.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia