Senin, 22 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Raba-Raba Payudara 12 Siswi, Guru SDN di Manukan Kulon Cuma Dipecat

Jumat, 16 Mar 2018 22:43 | editor : Abdul Rozack

Pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap 12 siswi SD

Pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap 12 siswi SD (ISTIMEWA)

SURABAYA-Dunia pendidikan di Kota Surabaya kembali tercoreng oleh kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru. Sebelumnya, 65 siswa di salah satu SD swasta Surabaya Utara menjadi korban pencabulan. Kini 12 siswi SDN yang berada di kawasan Manukan Kulon, Tandes, Surabaya menjadi korban pencabulan. 

Pelaku adalah MZ, 43, warga Jalan Manukan Bakti Gang 20. Guru agama itu tega melecehkan siswinya di dalam kelas sejak dua bulan lalu. 

Dari informasi yang dihimpun aksi pencabulan itu dilakukan pelaku saat jam pulang sekolah. Dengan modus salaman, pelaku yang berada di depan lantas menyalami korban satu per satu sebelum keluar ruangan. 

Saat itulah pelaku beraksi dengan memegang payudara korban. Korban yang masih duduk di kelas IV, awalnya hanya diam mendapatkan perlakuan itu. 

Tak hanya saat pulang sekolah, oknum guru itu juga kerap pura-pura merangkul dan memegang bagian payudara dari luar baju siswinya yang bertubuh agak sintal. Terbongkarnya aksi guru itu bermula dari salah satu siswi yang mengadukan kepada orang tua. 

Kemudian orang tua korban yang tak terima lantas mendatangi sekolah. Parahnya, ternyata tidak hanya seorang yang menjadi korban. Akan tetapi sudah ada 12 siswi yang menjadi korban ulah guru tidak tetap itu. 

Kapolsek Tandes Kompol Sofwan saat dikonfirmasi Radar Surabaya mengatakan, memang benar terjadi kasus pencabulan di salah satu SD di kawasan Manukan. Namun sampai detik ini belum ada keluarga korban yang melapor ke Polsek Tandes. 

"Hari Jumat pagi (16/3) telah dilakukan mediasi pelaku, orang tua korban, pihak sekolah,Polsek Tandes dan dari perwakilan dinas pendidikan," ujar Sofwan kepada Radar Surabaya, Jumat (16/3). 

Dalam mediasi yang digelar Jumat pagi itu berlangsung secara tertutup. Pelaku pun turut dihadirkan. Di hadapan para orang tua korban dan pihak sekolah, pelaku meminta maaf karena telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh kepada siswinya.

Dari pengakuannya, aksi itu sudah berlangsung selama dua bulan. "Guru yang bersangkutan sudah mengajar selama kurang lebih setahun," ungkapnya. 

Dari pengakuan korban dan pelaku aksi pencabulan itu tidak sampai mengarah ke persetubuhan. Hanya saja korban dipegang payudaranya yang masih memakai seragam sekolah dengan modus dirangkul dan saat salaman pulang sekolah. 

"Para keluarga korban tidak mau melapor  karena takut anaknya malah trauma berurusan dengan polisi. Dan pihak Polsek Tandes sudah menyarankan melapor, tapi keluarga tetap bersikeras tidak mau melapor," ungkapnya. 

Kendati tidak melapor, pihak orang tua korban juga meminta pihak sekolah untuk melakukan pendampingan terhadap para korban supaya tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Pihak sekolah pun memenuhi permintaan orang tua korban. Pendampingan akan dilakukan setiap hari supaya korban tidak mengalami ketakutan dan trauma di sekolah. "Setelah disepakati semua pihak, oknum guru yang bersangkutan sudah dipecat dari sekolah," tandasnya.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia