Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik
Cegah HIV/AIDS dan Napza

Dirikan Konseling, Bentuk 27 Konselor Remaja

Jumat, 16 Mar 2018 09:36 | editor : Aries Wahyudianto

Ketua PIK-R Sanubari Putri Balqis (Kiri) saat berada di ruang PIK SMA swasta di Grewsik mendampingi sebelum melakukan konselor, kemarin.

BERSAHABAT: Ketua PIK-R Sanubari Putri Balqis (Kiri) saat berada di ruang PIK SMA swasta di Grewsik mendampingi sebelum melakukan konselor, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

Masalah seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA marak terjadi di kalangan remaja. Untuk mencegah hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Gresik membentuk Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja di berbagai sekolah.

SAAT ini tercatat sudah ada 27 konseling remaja yang tersebar di Kota Gresik. Konsep ini dikembangkan sejak 2 tahun silam oleh Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPP-PA) Gresik. “Kami sudah mulai kembangkan selama 2 tahun ini,” jelas Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Advokasi Dinas KBPP-PA Gresik, Hidayatul Muslimah.

Ida menyebut, keberadaan PIK remaja angat bermanfaat untuk membimbing para siswa agar tidak terjerumus. “Harapannya nanti semua sekolah memilikinya, kalau jalur masyarakat bisa melalui berbaagi pihak seperti karan taruna, remas, hingga ponpes,” terang dia.

Dirinya menjelaskan, tujuan penting dari keberadaan PIK-R yang di dalamnya terdapat pendidik dan konselor adalah untuk mencegah tiga hal tersebut. banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari PIK sendiri, misal untuk mencegah pernikahan usia dini, kasus seks bebas dan menghindari narkoba.

“Kami terus pantau dan beri pendampingan, jadi konselor dan PIK-R sendiri kami pantau, terlebih saat ini salah satu PIK-R sekolah di Gresik masuk tiga besar mewakili Jatim di tingkat Nasional lomba yang diadakan BKKBN yaitu milik SMA NU 1 Gresik,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PIK-R Sanubari SMANU 1 Gresik Putri Balqis Syaifuddin mengatakan saat ini di sekolahnya sudah ada ada 6 anak yang menjadi konselor dan selalu bergantian. Yakni satu minggu 2 kali, di hari Rabu dan Jumat.

Ia menyebut, banyak hal yang dilakukannya bersama teman konselor lainnya. Yakni, melakukan penyuluhan dan konseling. Kebanyakan, masalah yang dihadapi rekan sebayanya adalah masalah poercintaan. “Hal ini menjurus ke masalah salah langkah yang cenderung kepada sekjs bebas, jadikami harus terus ingatkan mereka,” terang Balqis. (est/rof)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia