Minggu, 19 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Biaya Naik Haji Jadi Rp 37,1 Juta

Selasa, 13 Mar 2018 19:22 | editor : Lambertus Hurek

Pengambilan foto untuk paspor haji di Sidoarjo.

Pengambilan foto untuk paspor haji di Sidoarjo. (DOK)

Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu biayanya Rp 35.666.250, kini sekitar Rp 37,1 juta. Peningkatan biaya ini juga diimbangi dengan peningkatan fasilitas yang diterima oleh Calon Jamaah Haji (CJH).
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo Achmad Rofii mengatakan, BPIH sebesar Rp 37,1 juta itu hanya untuk embarkasi Surabaya. Menurutnya, embarkasi lain bisa saja berbeda. Namun Rofii menyebutkan bahwa angka ini masih kisaran. Sebab belum ditentukan dalam Keputusan Presiden (Kepres).
"Hari ini (kemarin, Red) seharusnya sudah diputuskan," katanya.
Naiknya besaran BPIH ini berpengaruh terhadap fasilitas yang akan diterima CJH selama 40 hari berada di Tanah Suci. Di antaranya, bus dan tenda untuk wukuf di Arafah baru, living cost sebesar 1.500 SAR, dan lokasi hotel di Madinah yang lebih dekat dengan masjid Nabawi.
Setelah ada Keppres, tahapan pelunasan sudah bisa dimulai. Ada tiga tahap pelunasan. Tahap pertama untuk CJH yang masuk dalam daftar berangkat tahun ini. Jumlahnya sebanyak 2.754 jamaah. Angka tersebut sudah termasuk CJH cadangan. CJH hanya diberi waktu 20 hari kerja untuk melunasi BPIH. Sedangkan pelunasan tahap kedua dilakukan setelah kuota nasional keluar.
Rofii menegaskan, pada pelunasan tahap kedua ini hanya untuk CJH yang tercantum dalam kuota nasional. Bagi CJH yang tidak bisa melunasi tahap pertama tidak bisa melunasi di tahap kedua. "Langsung gugur, tetapi diberi kesempatan untuk melunasi di tahun depan," imbuhnya.
Untuk pelunasan tahap ketiga dikhususkan bagi CJH penggabungan, pendampingan, dan usia lanjut. Penggabungan artinya bagi suami-istri, dan orang tua-anak yang berangkat di tahun yang berbeda. Keduanya bisa mengajukan penggabungan untuk berangkat di tahun yang sama. Pendampingan untuk saudara atau kerabat yang akan mendampingi CJH dengan risiko tinggi.
Dijabarkannya, bagi jamaah yang berusia 75 tahun ke atas memiliki prioritas untuk diberangkatkan terlebih dahulu. Nantinya Kemenag Sidoarjo akan mendata siapa saja CJH yang memenuhi kriteria tersebut, kemudian akan diajukan ke Kemenag pusat. "Pusat yang menentukan berapa banyak usia lanjut yang diberangkatkan tahun ini," terangnya. (nis/jee)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia