Senin, 20 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Ini "Surat Cinta" untuk Jokowi dan Pakde Karwo, Curhatan Driver Online

Kamis, 15 Feb 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

AKSI DAMAI: Sejumlah driver online membentangkan spanduk dan poster saat aksi didepan kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Rabu (14/2). Dalam a

AKSI DAMAI: Sejumlah driver online membentangkan spanduk dan poster saat aksi didepan kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Rabu (14/2). Dalam aksinya mereka menuntut pencabutan Permenhub no 108. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Humas dan Publikasi Media "Forum 142 Menggugat" Daniel Lukas Rorong mengatakan bahwa tuntutan aksi unjuk rasa adalah meminta pencabutan atau penolakan diberlakukannya Permenhub Nomor 108. “Karena dari pembuatan ini sudah salah tujuan dan sasaran. Kami bukan dalam kategori transportasi publik seperti yang didalam permen itu," kata Daniel.

Dia menilai ada 3 poin yang dinilai memberatkan para pengemudi taksi online. Yakni keharusan memiliki SIM A Umum, uji KIR dan pemasangan stiker. “Untuk apa pemasangan stiker jika dampak dari itu adalah ketidaknyamanan pada saat kami berkendara?" ujar Daniel yang juga sudah mengajukan gugatan uji materiil terhadap Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 ke Mahkamah Agung (MA) pada 1 Februari 2018 lalu melalui Pengadilan Negeri Surabaya.

Dalam aksi ini, Daniel juga menyampaikan "Surat Cinta" yang ditujukan pada Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Timur. “Surat Cinta" yang berisikan curhatan dari mayoritas driver online yang keberatan dengan adanya Permenhub Nomor 108 ini bertujuan agar Presiden Jokowi bisa segera mengambil sikap.

"Kalau pemerintah tidak bisa memberikan kami lapangan pekerjaan, tolong jangan persulit kami untuk mencari tambahan penghasilan menjadi driver online. Cabut dan batalkan Permenhub 108 tersebut," harap Daniel.

Sedangkan "Surat Cinta" untuk Gubernur Jawa Timur berisikan penolakan terhadap Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 188/375/KPTS/103/2017 terutama terkait dengan jumlah kuota yang hanya 4.445 kendaraan meliputi wilayah Jawa Timur.

"Jumlah driver online di Surabaya untuk roda empat saja, kami prediksi ada lebih dari 5000. Dampaknya, akan banyak ribuan dari rekan-rekan kami (driver online) yang akan kehilangan mata pencahariannya," tandasnya.(bae/no)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia