Senin, 20 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Dana Reksa Dana Tahun 2017 Capai Rp 550 Triliun

Kamis, 15 Feb 2018 01:00 | editor : Abdul Rozack

PROYEKSI BISNIS: Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank (tengah) saat seminar keuangan di Hotel Shangri-La Surabaya, Selas

PROYEKSI BISNIS: Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank (tengah) saat seminar keuangan di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (13/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Dana kelola reksa dana 2017 mencapai angka Rp 550 trilliun dari berbagai macam reksa dana. Jumlah itu naik 39 persen dari tahun sebelumnya sekitar Rp 336 persen. 

Hal ini disampaikan oleh Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia dalam seminar bertajuk Indonesia 2018: Building Upon a Strong Base, Selasa (13/2).

“Pertumbuhan reksa dana saham terus naik dan pertumbuhan reksadana pendapatan akan tetap naik. Hal ini dikarenakan, reksa dana dapat memberikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari deposito, antara 12-14 persen,” kata Rino.

Menurut dia, tahun 2017 reksa dana berbasis syariah ditutup Rp 28 triliun. Reksa dana syariah tahun lalu dapat berkembang sangat pesat karena diperbolehkan berinvestasi di luar negeri, di pasar syariah negara berkembang.

Selain reksa dana, Rino memprediksi investasi saham pada tahun ini akan memberikan hasil dengan tingkat pengembalian tiga kali lipat.  

“Tahun ini indeks saham di negara berkembang tumbuh sebesar 32 persen. Hal ini menjadi salah satu motor penggerak reksa dana syariah tumbuh sangat besar di tengah reformasi ekonomi dalam mendorong investasi,” kata dia.

Rino mengatakan, faktor pendorong pertumbuhan ekonomi baik secara domestik maupun secara global akan tumbuh 5,2 persen di tahun 2018, yang berarti momentum pertumbuhan ekonomi membaik. Faktor pendorong tersebut diantaranya seperti konsumsi swasta yang terus membaik, perbaikan infrastruktur dalam investasi, perbaikan iklim investasi, dan pertumbuhan perekonomian dunia yang lebih merata akan mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). (cin/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia