alexametrics
Kamis, 29 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Ajak 16 Pengembang, Pembebasan Lahan JLLT Dikebut Tahun Ini

13 Februari 2018, 09: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Pembebasan Lahan JLLT

Grafis Pembebasan Lahan JLLT (Grafis: Fajar)

Share this      

SURABAYA – Proyek pembangunan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT) akan dikebut oleh Pemkot Surabaya. Proses pembebasan lahan dengan menggandeng pengembang akan dioptimalkan untuk penyelesaian JLLT sepanjang 16 kilometer tersebut.

       Kabid Pemetaan dan Tata Ruang Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya, Dewi Soeriyawati, mengatakan pada 2018 penyelesaian pembebasan lahan menjadi target utama. Dikarenakan hingga saat ini hanya beberapa persil yang baru dibebaskan dan sudah dibayar. Karena itu, pada tahun ini sebanyal 16 pengembang telah diajak komunikasi untuk ikut proses pembebasan lahan. “Kita sudah koordinasi dengan pengembang agar lahan di kawasan pengembang segera dibebaskan,” ujarnya.

       Sayangnya, Dewi enggan mengungkapkan nama-nama pengembang yang diajak untuk melakukan pembebasan lahan tersebut.  Dia hanya mengungkapkan, dari 16 kilometer panjang JLLT sebanyak 8,4 kilometer lahan milik pengembang, 1,1 kilometer tanah aset milik pemkot dan 6,8 kilometer milik warga perorangan. “Kita fokus pada pembebasan lahan milik pribadi,” kata dia.

Menurutnya, dengan terealisasinya proyek JLLT juga akan menguntungkan pengembang untuk pengembangan usaha dan properti. Karena itu diharapkan, jika sudah dibebaskan maka nantinya lahan bisa diserahkan ke Pemkot untuk nantinya segera diaspal. “Pengembang sudah setuju dan pada 2018 ini sudah dibebaskan,” terangnya.

Saat ini proyek JLLT progresnya memang lebih lambat dibandingkan pembangunan MERR yang juga ada di kawasan timur Surabaya. JLLT yang progresnya baru 20 persen tersebut melewati empat kecamatan. Yakni, Rungkut, Gunung Anyar, Sukolilo dan Mulyorejo.

       Dewi menambahkan, ditargetkan pada 2018 ini proses pembebasan rampung. Selain itu, pemkot juga akan membangun lahan yang sudah beres dibayar. Sehingga, target penyelesaian pada 2019 untuk bisa menikmati JLLT akan diselesaikan. “Target kami JLLT bisa difungsikan pada akhir 2019,” tegasya.

       Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, progres pembangunan JLLT memang sangat lambat. Karena itu diharapkan pada 2018 ini pemkot bisa segera merealisasikan pembebasan lahan. “Anggarannya sekitar Rp 50 miliar pada tahun untuk pembebasan lahan,” kata Zuhri. (vga/hen)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP