Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Trend Busana Valentine 2018, Cantik Tak Harus Pink

07 Februari 2018, 16: 41: 43 WIB | editor : Abdul Rozack

BUSANA VALENTINE: Dari kiri, Sasaa Resha, Lani Ranceli, Amelia Salim, Samantha Bowlin, Nicky Santoso dan Vanestra Frincois, berpose dengan mengenakan

BUSANA VALENTINE: Dari kiri, Sasaa Resha, Lani Ranceli, Amelia Salim, Samantha Bowlin, Nicky Santoso dan Vanestra Frincois, berpose dengan mengenakan busana Valentine karya Samantha Bowlin dalam sesi pemoretan di Studio Adventure Surabaya, Selasa (6/2). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya- Bulan Februari bisa dibilang bulan merah jambu, dimana bulan ini selalu diidentikkan dengan hari valentine. Demi penampilan yang paripurna di malam valentine bersama pasangan, gaun menjadi sesuatu yang wajib dipersiapkan. Tapi berbeda untuk urusan busana, meski valentine bukan suatu keharusan untuk mengenakan busana yang serba pink. Begitu yang disampakan oleh Samantha Bowlin. Desainer dari Bowlin Signature ini menjelaskan, warna gold dipadukan dengan pink dan putih akan memancarkan aura cantik nan elegan di malam spesial.

“Biasanya valentine itu kan identik dengan gaun pink dan putih. Tapi, itu membosankan. Jadi akan lebih cantik jika di mix dengan warna gold. “ terangnya dalam sesi Photo Shoot Pre Valentine Party di Studio Adventure, Selasa,(6/2). 

Samantha menambahkan, untuk tahun 2018, busana-busana dengan potongan simple lebih digemari karena dapat secara maksimal memancarkan sisi elegan dan indah perempuan. Model dress dengan desain cape, jumpsuit dan dress akan tetap menjadi favorit sepanjang tahun ini. Untuk pemilihan bahan, viscose dan brokat menjadi perpaduan manis untuk dijadikan dalam satu gaun cantik.

Seperti dalam sesi photo shoot kemarin, Samantha beserta lima orang temannya tampil menawan dengan balutan busana berwarna putih gading dan soft pink rancangan Samantha sendiri yang ia beri tema “ Marion In Love”. Tema ini sangat sesuai dengan hari valentine, karena Marion digambarkan dalam film Indiana Jones adalah sosok perempuan yang elegan, berani dan tomboy  yang kesemuanya mewakili karakter gaun yang ia luncurkan. Untuk nama in love sendiri sangat pas jika dikaitkan dengan bulan penuh cinta ini. 

Menjadi cantik di malam valentine tak melulu harus dengan dress. Yang terpenting adalah perempuan mengenali karakter dirinya masing-masing yang nantinya diekspresikan dengan busana sesuai. 

“Dari ke enam sahabat saya kan karakternya berbeda-beda. Ada yang girly, sexy, elegan, manis bahkan tomboy. Jadi semua saya sesuaikan Karena yang tomboy tak menyukai gaun, saya buatkan jumpsuit,“ pungkasnya.  (is/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia