Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Sekolah Inklusi Siapkan Ujian Sekolah Pertama

05 Februari 2018, 13: 44: 35 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Kepala UPT RC saat melakukan kordinasi dengan sekolah inklusi berbagai jenjang.

KORDINASI: Kepala UPT RC saat melakukan kordinasi dengan sekolah inklusi berbagai jenjang. (Esti/Radar Gresik)

Share this      

KOTA – Tahun ini ada 41 sekolah inklusi baru di berbagai jenjang pendidikan yang akan mempersiapkan ujian sekolah (US) kali pertama. Sebelumnya, hanya ada 137 lembaga sekolah inklusi di Gresik dan kini menjadi 178 sekolah inklusi.

“Sekarang ada 667 siswa SD yang mengikuti US. Sejumlah sekolah dari 41 sekolah inklusi baru mempersiapkan US. Sebab, mereka baru pertama kali mendaftarkan  siswanya yang berkebutuhan khusus,” terang Kepala UPT Resource Center Gresik Innik Hikmatin.

Dikatakan, meski 41 sekolah terdaftar sebagai sekolah inklusi, tidak semuanya melaksanakan US. Sebab, beberapa di antara mereka masih membuka  pendaftaran. Innik mencatat, tahun ini disiapkan US untuk 26 siswa di sekolah inklusi swasta dan 5 siswa sekolah negeri. Sedang US untuk SMP inklusi yang baru, hanya ada 7 siswa. Kemudian di jenjang SMP ada 1 anak yang ikut UN. “Jadi dari sekolah inklusi baru ini, ada 38 siswa yang pertama kali melaksanakan US,” papar dia.

Ditambahkan, ada perlu disiapkan sekolah inklusi baru. Yakni kesiapan, tenaga penddik dan sarana prasarana penunjang.  “Sebab sejauh ini permasalahan untuk membentuk sekolah inklusi, karena terkendala tenaga pendidiknya, namun dari RC masih bisa melakukan pendampingan untuk jenjang TK hingga SMP,” terangnya.

Dijelaskan, untuk menguatkan sekolah inklusi di jenjang SD dan SMP, pihaknya berperan langsung dalam memberi terapi dan bimbingan pendidikan. Menurutnya, penambahan siswa inklusi ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan bagi siswa berkebutuhan khusus, terlebih bagi siswa tidak mampu. “Untuk anak SD kita berikan pantauan terus, untuk pekan ini masih dalam pemantapan kebutuhan,” terangnya,

Sementara itu, Kepala Sekolah Luar Biasa AB Kemala Bhayangkari Siti Fatimah mengatakan, keberadaan sekolah inklusi yang semkain banyak justru berdampak baik. Menurutnya, semakin banyak sekolah reguler yang menangani ABK, artinya membuka kesempatan bagi ABK untuk mendapat layanan. “Karena ada di undang-undang, dan akan memberikan kepercayaan diri yang lebih kepada anak spesial ini,” ujar dia.

Diungkapkan, peningkatan jumlah sekolah inklusi tak memberi dampak apapun bagi SLB. Sebab, keberadaan SLB sendiri merupakan sumber dari sekolah inklusi. Justru, pihaknya akan terus bersinergi dengan sekolah inklusi, agar seluruh ABK di Gresik mendapat pendidikan yang bagus. Di Gresik sendiri, terdapat 7 SLB Swasta dan 1 SLB Negeri. “Khususnya bagi ABK yang kurang  mampu, mereka masih bisa mengenyam pendidikan dengan layanan khusus yang bagus,” imbuh dia. (est/ris)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia