Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemilik Bangli Didata untuk Relokasi ke Rusunawa

03 Februari 2018, 13: 00: 52 WIB | editor : Wijayanto

PINDAH: Warga terlihat mengemasi barang-barangnya usai bangunan liar yang ditempati kena penertiban oleh Satpol PP di kawasan Dinoyo Magersari.

PINDAH: Warga terlihat mengemasi barang-barangnya usai bangunan liar yang ditempati kena penertiban oleh Satpol PP di kawasan Dinoyo Magersari. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Komisi A DPRD Surabaya meminta agar Pemkot Surabaya mendata dengan lengkap warga Kota Pahlawan yang terkena dampak penertiban khususnya di kawasan Keputran dan Dinoyo Magersari. Hal tersebut diharapkan agar warga Surabaya yang tinggal di bangunan liar (bangli) di kawasan stren Kali Mas itu bisa direlokasi.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono mengatakan, penertiban yang selama ini dilakukan Satpol PP banyak mendapat pertentangan dari warga yang terkena penertiban. Karena itu diharapkan, ada solusi terbaik agar relokasi bisa dilakukan. “Diharapkan tidak asal gusur tetapi bisa relokasi dengan baik,” katanya, Jumat (2/2).
Menurutnya, penertiban di Keputran dan Dinoyo Magersari terhadap bangli tersebut memang sangat penting. Namun, harus ada solusi agar warga Surabaya asli bisa tertampung di rumah susun sewa (rusunawa) terdekat.
“Harus didata dengan jelas sehingga warga asli Surabaya tidak akan tergusur dan mendapatkan tempat yang layak,” ucapnya.
Menurut politisi Partai Demokrat Surabaya ini menyebutkan bahwa penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya melalui Satpol PP terhadap bangli memang sangat penting. Namun, hendaknya bisa dilakukan dengan lebih terencana sehingga pemilik bangli bisa mempersiapkan jauh hari.
“Biar barangnya juga bisa dipindah agar tidak rusak karena kasihan digusur,” tegasnya.
Dia berharap, semua penertiban di kawasan Surabaya bisa lebih manusiawi. Jika dalam bentuk sosialisasi warga tetap ngeyel tentu tugas dari Satpol PP untuk menertibkan. “Pokoknya harus ada penjelasan dan jangan bersikap represif,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, ada sekitar 33 warga Surabaya yang berada di kawasan Keputran dan Dinoyo Magersari. Nantinya, warga tersebut akan diprioritaskan untuk dicarikan tempat relokasi. “Sebenarnya sudah kami sosialisasikan untuk pindah tapi tetap mau tinggal di bangli,” kata Irvan Widyanto.
Seperti diketahui, petugas Satpol PP menertibkan sebanyak 180 bangli di kawasan stren Kali Mas pada Kamis (1/2). Warga pemilik bangli yang menolak ditertibkan sempat mengadakan perlawanan dengan menghadang petugas. Meski secara umum penertiban berjalan lancar dan aman. (vga/rud)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia