Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Diskusi Cagar Budaya Pembukaan Art Gallery

Bermodal Peninggalan Masa Lalu untuk Tarik Wisatawan

31 Januari 2018, 12: 08: 51 WIB | editor : Abdul Rozack

SIMBOLIS: Kepala Disbudpar Surabaya Widodo Suryantoro (tiga dari kanan) mewakili Wali Kota Surabaya dan disaksikan Direktur Radar Surabaya Lilik Widya

SIMBOLIS: Kepala Disbudpar Surabaya Widodo Suryantoro (tiga dari kanan) mewakili Wali Kota Surabaya dan disaksikan Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro (tiga dari kiri) beserta para pembicara saat meresmikan Radar Surabaya Art Gallery di Kembang Jepun (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya tidak serta merta lahir begitu saja. Berbagai sejarah panjang menyertai perkembangan kota metropolitan ini. Hal tersebut tercermin dari keberadaan ratusan bangunan cagar budaya yang terdapat di berbagai wilayah di Surabaya, khususnya kota lama.

Melihat potensi budaya yang sangat besar itu, Radar Surabaya menginisiasi sebuah diskusi cagar budaya bertema Menggagas Wisata Kota Lama di Surabaya yang berhasil dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari penggiat sejarah, stakeholder, pemerhati budaya, akademisi, masyarakat umum hingga mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas budaya dan pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengungkapkan, apresiasi sekaligus bentuk dukungannya terhadap media, khususnya Radar Surabaya yang ikut andil dalam memprakarsai wisata kota lama di Surabaya.

GAYENG: Freddy Istanto Direktur Surabaya Heritage Society (kanan) saat memberikan materi dalam diskusi cagar budaya bertema Menggagas Wisata Kota Lama

GAYENG: Freddy Istanto Direktur Surabaya Heritage Society (kanan) saat memberikan materi dalam diskusi cagar budaya bertema Menggagas Wisata Kota Lama di Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

“Sebagai regulator, kami sangat mengapresiasi upaya Radar Surabaya dalam menginisiasi adanya pertemuan diskusi ini. Apalagi setelah melihat spirit dan antusiasme peserta yang hadir sangatlah tinggi, saya optimistis kedepannya kita bisa bersinergi,” tutur Widodo saat ditemui seusai acara, Selasa (30/1).

Tim Ahli Cagar Budaya Pemkot Surabaya Purnawan Basundoro juga menyerukan untuk berkolaborasi dalam mengelola bangunan cagar budaya, agar dapat menjadi sebuah destinasi wisata yang memiliki ciri khas dari kota Surabaya.

“Banyak tema yang bisa dikemas untuk ditawarkan pada wisatawan. Itu semua merupakan modal,” ujar dosen ilmu sejarah dari Universitas Airlangga tersebut.

Sementara itu, Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H. Istanto mengatakan, melalui forum diskusi tersebut, Radar Surabaya sebagai salah satu media di Kota Pahlawan memiliki andil penting dalam membantu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mengembangkan wisata kota lama itu.

“Saya menitik beratkan bukan hanya sebatas warisan masa lalu, tetapi bagaimana upaya kita untuk memasa depankan masa lalu. Sehingga egosentris dan sekat-sekat harus dihilangkan,” ujarnya.

Melalui forum diskusi itu pula, Pemkot Surabaya melalui Disbudpar meresmikan Radar Surabaya Art Gallery yang bertempat di Kantor Radar Surabaya Jalan Kembang Jepun 167-169. (mif/nur)

(sb/mif/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia