Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

PKL Taman Pinang Bulan Depan Ditertibkan

29 Januari 2018, 22: 32: 03 WIB | editor : Lambertus Hurek

Ratusan PKL di Taman Pinang Sidoarjo.

Ratusan PKL di Taman Pinang Sidoarjo. (satria nugraha/radar sidoarjo)

Share this      

Pedagang Kaki Lima (PKL) di Perumahan Taman Pinang Indah (TPI) masih banyak yang berjualan di ruas jalan perumahan setempat, Minggu (28/1). Padahal Pemkab Sidoarjo sudah meminta PKL berjualan di GOR dan Jalan Ponti. 

Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan pihaknya sekarang masih memberikan toleransi bagi para PKL yang membandel. Alasannya Organisasi Operangkat daerah (OPD) yang dikenal dengan nama Satpol PP ini masih berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). “Saat ini Pemkab sedang mematangkan penataan PKL di kawasan tersebut,” katanya. 

Namun mulai bulan depan, seluruh PKL yang tetap berjualan di TPI akan ditindak tegas dan ditertibkan. Bahkan juga telah disepakati antara beberapa lembaga ini bahwa ada aturan baru bagi PKL mengenai waktu berjualan. Mereka diperbolehkan membuka lapak hanya pada hari Minggu. Selebihnya, Senin hingga Sabtu jalan di TPI harus steril. 

“Jika masih ada yang berjualan pada Senin hingga Sabtu akan langsung ditertibkan," tegasnya.

Hal tersebut dilakukan Satpol PP bukan tanpa alasan. Sebab selama ini Pemkab sudah menyediakan GOR Delta dan Jalan Ponti untuk ditempati berjualan. Namun banyak pedagang yang masih ngeyel untuk berjualan di perumahan TPI. Nantinya setelah konsep penataan PKL siap, Satpol PP tidak akan lagi memberikan toleransi itu.

Sementara itu Kepala Disperindag Fenny Apridawati menjelaskan, tahapan penertiban sudah dilalui. Sosialisasi kepada pedagang sudah dilakukan sebanyak dua kali. Selanjutnya akan ada sosialisasi ketiga. “Jika pedagang masih belum mau pindah juga, langkah selanjutnya yang harus diambil adalah penertiban,” katanya.

Menurut Fenny, penataan PKL ini sangat diperlukan. Hal itu untuk membuat wajah Kota Delta tidak kumuh. “Lahan untuk jualan sudah disiapkan, pedagang hanya tinggal mematuhinya," ujar Fenny. (nis/jee) 

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia