Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Intip PIN Saat Tarik Uang, Lesbian Bobol ATM Pasangannya Puluhan Juta

27 Januari 2018, 20: 25: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Tersangka Riviera Merdekawati yang diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Tersangka Riviera Merdekawati yang diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. (ISTIMEWA)

Share this      

Surabaya-Kebaikan dan ketulusan LL, 32, yang tinggal di Pantai Mentari, Kenjeran ini dikianati pasangan sejenis alias lesbinya. ATM korban dikuras sebesar Rp 86,1 juta. Pelakunya, Riviera Merdekawati,31, asal Wiguna Selatan, Gunung Anyar, Surabaya.

Penangkapan tersangka Riviera dilakukan pada Rabu (20/12). Dia ditangkap di sebuah hotel di kawasan Surabaya. Pengejaran dan penangkapan terhadap Riviera dilakukan  setelah korban LL melaporkan kasus ini. Saat itu, ia melaporkan jika Riviera mencuri ATM dan menguras saldonya Rp 86,1 Juta. 

"Setelah mendapatkan laporan tersebut, kami melakukan pengejaran hingga akhirnya menangkap tersangka," ungkap Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ardian Satrio Utomo, Jumat (26/1).

Ardian mengatakan, kasus ini berawal saat korban dan tersangka menjalin hubungan. Kemudian korban mengajak tersangka untuk tinggal bersama di rumahnya di kawasan Pantai Mentari Kenjeran. Tak hanya diajak tinggal bersama, segala kebutuhan Riviera juga dipenuhi. Mulai diajak belanja dan diberi uang. 

"Korban juga sering mengajak tersangka mengambil uang di ATM. Nah hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh tersangka untuk mengetahui PIN ATM milik korban," terangnya.  

Ketika mendapatkan kesempatan, tersangka mengambil kartu ATM milik korban tanpa sepengetahuan kekasihnya itu. Setelah itu, tersangka diam-diam melakukan penarikan sejumlah uang dari ATM tersebut. Salah satunya di mesin ATM BCA di salah satu minimarket di Jalan Wiratno Kenjeran, Surabaya. 

"Karena korban tak menyadarinya, tersangka terus melakukan aksinya. Hingga terhitung tersangka melakukan penarikan uang dari ATM korban sebanyak delapan kali, dengan total transaksi Rp 86,1 Juta," papar mantan Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya ini.

Korban baru mengetahui jika saldonya terkuras setelah ia mendapatkan pesan dari bank atas transaksi yang dilakukan oleh Riviera tersebut. Ternyata itu, ia mencari ATM-nya, namun sudah tidak ada. Riviera pun sudah tak bisa dihubungi. Curiga jika pelaku yang menguras saldonya adalah pasangannya sendiri, LL pun melaporkan kasus ini.  

Saat diperiksa Riviera mengaku nekat melakukan aksinya karena butuh uang untuk membayar utang. Sebab selama ini oleh korban ia hanya diberikan uang untuk uang makan saja. Ia sempat meminta uang kepada korban untuk membayar utangnya tersebut."Namun korban tak memberikannya, padahal saya tahu, dia punya uang," ungkapnya. 

Setelah melakukan penarikan uang Rp 86, 1 juta tersebut, ia menggunakannya untuk membayar utang. Sisanya untuk bersenang-senang, belanja dan tinggal di hotel.(yua/no) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia