Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Petani Tagih Bantuan Bibit Padi Dispertan

26 Januari 2018, 10: 35: 54 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Petani yang tergabung dalam beberapa Gapoktan menagih janji pemberian bibit padi dari Dispertan yang belum terealisir.

MENUNGGU : Petani yang tergabung dalam beberapa Gapoktan menagih janji pemberian bibit padi dari Dispertan yang belum terealisir. (Yudhi/Radar Gresik)

Share this      

BALONGPANGGANG – Asosiasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gresik menagih janji Dinas Pertanian Kabupaten Gresik yang akan memberikan bibit padi. Hingga kini, janji tersebut belum dilaksanakan, sementara musim tanam kedua sebentar lagi segera dimulai. Mereka berharap bantuan bibit bisa segera diberikan sebelum masa tanam berlangsung.

Ketua Asosiasi Gapoktan Kabupaten Gresik Siswadi mengatakan para petani sudah menunggu janji bantuan bibit tersebut sejak 2017 lalu. Namun, dari Dinas Pertanian (Dispertan) Gresik belum juga turun. “Akhirnya pada masa tanam pertama petani membeli bibit sendiri yang harganya cukup mahal,” ujarnya, kemarin.

Menurut dia, bantuan bibit tersebut kembali diharapkan para petani bisa turun sebelum masa tanam kedua. Tetapi sampai saat ini belum ada sosialisasi dari Dispertan apakah bisa turun atau tidak bibitnya.

“Bibit itu sudah sangat diharapkan petani. Sebab, dengan adanya bantuan tersebut bisa mengurangi ongkos produksi,” kata dia.

Diterangkan, untuk harga bibit padi dipasaran mencapai Rp 10 ribu perkilogramnya. Sedangkan jika ada bantuan pemerintah harganya hanya Rp 2.500 perkilogramnya. “Kami berharap bantuannya bisa segera diturunkan agar lebih meringankan para petani di Kabupaten Gresik,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya menunggu sosialisasi yang dilakukan Dispertan. Kalau memang tidak bisa turun tolong dijelaskan kepada para petani agar tidak terlalu berharap. “Saya minta segera disosialisasikan,” imbuh dia.

Menanggapi Hal ini, Sekertaris Dinas Pertanian Gresik Eko Anindito Putro mengatakan, untuk bantuan bibit pada 2017 lalu memang tidak bisa diturunkan. Sebab, dari BUMN yang menyediakan bantuan mengaku mengalami kegagalan pembuatan bibit. “Jadi ada kegagalan, makanya tidak bisa memenuhi seluruh usulan bantuan bibit,” terangnya.

Ditambahkan, kalau untuk 2018 pihaknya mempersilahkan para petani untuk kembali mengajukan usulan. Nanti, Dispertan bakal mengusulkan hal itu kepada Provinsi Jatim untuk diajukan kepusat. “Inikan bantuannya dari pusat, jadi mekanismenya tetap melalui usulan,” imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia