Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Bang Wetan Kekinian Cari Peluang Pasar

26 Januari 2018, 05: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

BATIK NUSANTARA: Istri Wagub Jatim, Fatma Saifullah Yusuf (tengah) mengunjungi salah satu stan batik dalam pameran Bang Wetan Festival 2018, di Exhibition Hall, Grand City Mall Surabaya, Kamis (25/1).

BATIK NUSANTARA: Istri Wagub Jatim, Fatma Saifullah Yusuf (tengah) mengunjungi salah satu stan batik dalam pameran Bang Wetan Festival 2018, di Exhibition Hall, Grand City Mall Surabaya, Kamis (25/1). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pameran Batik dan Kerajinan Unggulan Nusantara kembali digelar. Pameran bertajuk Bang Wetan Festival 2018 dengan mengusung tema Bang Wetan Kekinian ini dibuka oleh istri Wakil Gubernur Jatim Fatma Saifullah Yusuf, Kamis (25/1). Pameran ini berlangsung mulai 25-28 Januari 2018 bertempat di Exhibition Hall, Grand City Surabaya.
Dalam pameran kali ini ditampilkan berbagai karya tradisional yang menjadi unggulan dari berbagai daerah Nusantara seperti batik, tenun, sasirangan, sulam, anyaman, keramik, kosmetik, spa, herbal, dan jenis lainnya baik yang klasik maupun karya pengembangan.
Ini untuk mendukung kerajinan di daerah.
Dalam sambutannya, Fatma mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi untuk perajin batik. “Ini (pameran Bang Wetan Festival 2018) merupakan bentuk terobosan untuk mencari peluang pangsa pasar dalam maupun mancanegara,” kata Fatma.
Dia meyakini pameran ini turut berdampak positif terhadap perekonomian daerah. “Industri pengolahan, termasuk batik dan fashion merupakan potensi UKM yang turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,”
kata Fatma.
Sementara itu, dalam pembukaan pameran kemarin turut  meramaikan pergelaran Tari Batik oleh siswa SMK 12 Surabaya yang menceritakan proses pembuatan batik. Selain itu penampilan ibu-ibu komunitas Cinta Berkain Indonesia Surabaya bermain angklung, dan ditutup dengan penampilan peragaan busana karya Handy Hartono.
Dalam busana yang diperagakan enam model cantik, Handy Hartono menyuguhkan dua belas pakaian dari kain tradisional. Pria kelahiran Karawang ini menggunakan kain tenun Sumba, dan batik Pekalongan dengan motif Toraja. Kain-kain tradisional tersebut dikombinasikan dengan beberapa kain lainnya menjadi pakaian siap jadi. Dalam pakaian bermodel blouse, long dress, dan outer, kain tradisional nampak indah bergaya casual.
"Memang temanya untuk sehari-hari ya. Jadi kain tradisional bisa dipakai setiap hari untuk berbagai aktivitas, tidak hanya di acara-acara tertentu saja," jelasnya. (cin/hen)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia