Senin, 20 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Oknum Anggota DPRD Bangkalan Terbukti Cabuli Anak di Bawah Umur

Senin, 22 Jan 2018 22:46 | editor : Abdul Rozack

DIEKSEKUSI: Kasmau, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan

DIEKSEKUSI: Kasmau, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan (ISTIMEWA)

SURABAYA-Meski sempat lolos dari jeratan hukum di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dibantu Kejari Bangkalan berhasil mengeksekusi Kasmu, Ketua Komisi A DPRD Bangkalan. Ia dieksekusi setelah ada putusan dari Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan terpidana Kasmu terbukti melakukan tindak pidana pencabulan atau asusila. 

Kasmu dieksekusi pada Senin (22/1). Tim Kejari Surabaya menangkap Kasmu saat ia sedang memimpin rapat di DPRD Bangkalan. Dengan berpakaian putih polkadot, Kasmu lantas dimasukkan ke mobil Kejari dan langsung dibawa ke Lapas Porong.

Eksekusi terhadap Kasmu dilakukan berdasarkan putusan MA Nomor : 2645 K/P.SUS/2016, yang menyatakan Kasmu terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana membujuk anak untuk melakukan perbuatan cabul. Dan menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan, serta pidana denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Surabaya, I Ketut Kasna Dedi menjelaskan, tim sudah berangkat ke Bangkalan sekitar pukul 06.00. Sebab tim mendapatkan informasi jika terpidana akan memimpin rapat di DPRD. Kemudian, tim yang sudah standby akhirnya mendapati Kasmu datang. 

"Dia (Kasmu, Red) datang sekitar pukul 12.30 siang. Terpidana mengendarai mobil Fortuner warna hitam M 888 PX masuk ke halaman gedung DPRD Bangkalan. Saat itulah kami melakukan penangkapan," ungkap I Ketut Kasna.

Ketut menerangkan, Kasmu sempat lolos dari jeratan hukum lantaran di pengadilan tingkat pertama, ia dinyatakan tidak terbukti melakukan perbuatan cabul. Setelah itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan dikabulkan.“Mahkamah Agung memutus dan menyatakan bahwa Kasmu terbukti secara sah terbukti berbuat cabul,” jelasnya.

Menurut Ketut, saat ini Kasmu masih aktif menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Bangkalan. Eksekusi terhadap Kasmu terpaksa dilakukan lantaran dia tidak kooperatif terhadap panggilan kejaksaan. Selain itu, Kejari juga melaksanakan hasil putusan MA yang menyatakan ia bersalah. 

“Setelah penangkapan, Kasmu kami tahan di Lapas Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo,” tandasnya. 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus ini berawal saat Kasmu ditangkap Tim Cobra Subdit II Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Hotel Oval, Surabaya pada 2 Februari 2015. Saat ditangkap, Kasmu sedang berduaan di dalam kamar bersama perempuan di bawah umur berinisial LCD,16,.

Selanjutnya kasus ini disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Namun Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Musa Aini, meloloskan terdakwa Kasmu dari jeratan hukum atas perbuatannya melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Hakim Musa menyatakan politikus Partai Gerindra itu tidak bersalah, dan divonis bebas.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan tuntutan Jaksa Rahmat Hary Basuki yang menuntut terdakwa Kasmu dengan tuntutan 7,5 tahun penjara. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Pencabulan Anak di Bawah Umur. Atas putusan Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Jaksa Hary mengajukan kasasi.

Putusan MA Nomor : 2645 K/P.SUS/2016 itu dibacakan Hakim Agung pada Mei 2017, dan diterima Pengadilan Negeri Bangkalan pada Oktober 2017 lalu. Pada putusan MA, Kasmu dijatuhi hukuman pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan, serta pidana denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.(yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia