Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jual Lady Escort Nyambi Jajakan Tubuh di Tempat Karaoke

23 Desember 2017, 05: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

BARANG BUKTI: Kasubbid PID Bid Humas Polda Jatim AKBP Eko Hengky Prayitno (kiri depan) bersama Kasubdit IV Renakta AKBP Rama Samtama Putra (dua dari kiri depan) bersama trsangka Aris (baju oranye).

BARANG BUKTI: Kasubbid PID Bid Humas Polda Jatim AKBP Eko Hengky Prayitno (kiri depan) bersama Kasubdit IV Renakta AKBP Rama Samtama Putra (dua dari kiri depan) bersama trsangka Aris (baju oranye). (MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Bisnis esek-esek di tempat hiburan malam di wilayah Jawa Timur tampaknya masih menjamur. Kali ini, Subdit IV Remaja Anak-anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Jatim membekuk dua pelaku yang berperan sebagai penyedia perempuan penghibur untuk tarian striptis dan berhubungan intim.
Keduanya adalah Aris, 31, warga Dusun Cimindi Barat, Cibeureum, Jabar dan Nurhayati alias Elis, 40, warga Kelurahan Genteng Wetan, Banyuwangi. Kedua tersangka diamankan dari tempat hiburan malam karaoke Doremi di Malang, Jatim, Jumat dinihari (22/12). Akibat terbukti menjual dan memudahkan perbuatan cabul bagi pengunjung karaoke, keduanya terpaksa berurusan dengan polisi.
Dari informasi yang diperoleh Radar Surabaya, penggrebekan itu bermula dari laporan masyarakat. Kemudian, polisi melakukan pengintaian beberapa hari. Puncaknya Jumat dinihari, polisi langsung menggerebek mereka.
"Penggrebekan dilakukan Jumat dinihari. Dua tersangka kita amankan dan tiga saksi kita bawa ke Polda Jatim," kata Kasubbid PID Bidhumas Polda Jatim AKBP Eko Hengky Prayitno didampingi Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Rama Samtama Putra, Jumat (22/12).
Ditambahkan Eko, kedua tersangka perannya adalah sebagai mami dan papi. Keduanya menawarkan para lady escort atau lady companion (LC) di tempat karaokenya kepada lelaki yang menjadi tamu karaoke.
AKBP Rama Samtama Putra mengatakan awalnya kedua tersangka itu menawarkan 17 LC untuk teman bernyanyi. Namun jika pengunjung meminta jasa striptis, kedua tersangka juga siap memenuhi dengan menurunkan anak buahnya.
"Untuk tarif menemani nyanyi biasanya Rp 100 ribu per jam. Sedangkan untuk jasa tarian striptis dan hubungan intim Rp 1,2 juta," ujar Rama di Mapolda Jatim.
Ditambahkan Rama, tarif Rp 1,2 juta itu tidak semuanya langsung diterima perempuan LC. Namun uang itu diterima dahulu oleh kedua tersangka. Sekitar Rp 200 ribu untuk papi dan Rp 300 ribu untuk mami. Sedangkan sisanya untuk penari atau LC tersebut.
Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti uang Rp 8,2 juta, satu bendel bill, tiga buah smartphone merek Oppo warna putih, tiga buah bra berwarna hitam, sebuah celana dalam berwarna pink, selembar tisu usai terpakai, sebuah kondom telah terpakai, dan tiga kondom belum terpakai.
"Tersangka dijerat Pasal 296 KUHP tentang perbuatan yang memudahkan perbuatan cabul orang lain. Ancaman hukumannya dua tahun empat bulan kurungan penjara," tandasnya. (rus/no)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia