Kamis, 20 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kebelet Janda, Kakek Umpankan Motor Sport

21 Desember 2017, 15: 00: 21 WIB | editor : Wijayanto

grafis kakek kebelet janda

grafis kakek kebelet janda (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Ada pepatah tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Inilah yang cocok disandang Donjuan yang satu ini. Kakek 57 tahun ini kebelet cari gebetan seorang janda. Caranya pun unik dengan menjadikan motor sport untuk memikatnya.

Anggun Angkawijaya/Wartawan Radar Surabaya

Rambut Donjuan sudah banyak memutih. Tapi gaya kakek dua cucu ini tetap ingin tambil mbois. Bapak empat anak asal Keputih ini juga bergaya sok muda dan kerap nongkrong dengan remaja di kafe dekat rumahnya. 

Selain nongkrong, si mbah ini ternyata punya incaran yakni ingin mengencani seorang janda kembang yang tinggal tak jauh dari tempat kafe tersebut. Agar sukses memikat hati si janda sebut sapa Sephia, dia menjadikan motor sport 250 cc sebagai umpannya.

Sukses memacari si janda, Donjuan sedikit sesumbar kepada para pemuda yang ada di kafe tempat nongkrongnya. Namun apes, akibat pamer punya pacar janda, kabar itu sampai ke telinga istrinya, Karin, 56. 

Awalnya Karin, tak percaya kabar itu. Tapi saat tetangganya sendiri yang laporan dia akhirnya sedikit curiga dan mulai menelisik bak detiktif. 

“Iyo tibae, bojoku selingkuh karo pelakor. Asem tenan, wis tuwek gak tobat malah golek molo,” kata Karin dengan nada emosi usai ditemui di Pengadilan Negeri Agama (PA) Kelas I A Surabaya.

Karin mengaku awalnya sempat mengingatkan, tapi Donjuan tak menggubrisnya. Akhirnya tak ada kata lain, wanita yang sudah tiga puluh tahun membina rumah tangga dengan Donjuan ini bertindak tegas. Dia mengajukan gugatan cerai.

Saat ditemui di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya, Selasa (19/12) Karin ditemani dua anaknya. "Wis gak ada pilihan, saya dan anak anak sudah mengingatkan tapi tidak didengarnya," ungkap Karin dengan nada jengkel.

Karin  menceritakan, dia memergoki sendiri suaminya jalan dengan janda tersebut. Pakai sepeda motor sport milik anaknya. "Sopo sing atine gak panas, jandane dibonceng nempel koyok perangko," ucap Karin.

Ketika ketahuan tengah jalan, Karin yang kala itu dibonceng anaknya berusaha menghentikan. Tapi Donjuan kabur. Wanita yang dibonceng pun semakin kencang memeluk Donjuan yang kesehariannya bekerja sebagai montir ini. Karin pun semakin jengkel. "Kira kira sebulan yang lalu saya memergokinya," aku Karin.

Setelah kejadian itu Donjuan jarang pulang. Laki-laki ini muncul  pagi hari saat Karin belanja bahan untuk jualan siomay. Suatu hari Donjuan tidak sadar jika dijebak dan masuk ke dalam kamar dan tidak bisa keluar. Karin akhirnya bisa dengan leluasa memarahinya.

Kalau perubahan pada diri Donjuan sendiri, dirasakan oleh Karin sekitar dua bulan yang lalu. Suaminya jadi sering keluar malam, nongkrong dan bergaya layaknya anak muda.

Rambut klimis, dan sering menggunakan setelan jeans dan kaos serta sepatu koboi. Tapi yang tidak bisa ditipu adalah keriput di wajahnya. "Wis tuwek kakean polah. Rasakno saiki kowe, yo ben minggat kono. Mending pisah dari pada dikhianati" pungkas Karin. (*/rud)

(sb/ang/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia